MURIANETWORK.COM - Staf Khusus Menteri HAM bersama tim dari kantor wilayah Kementerian HAM Bali melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kunjungan kerja ini berlangsung di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dauh Peken 5, Kabupaten Tabanan, pada Selasa (17/2). Tujuannya adalah untuk memastikan kesiapan fasilitas dan kualitas layanan, sebagai bentuk komitmen negara dalam menjamin hak dasar anak atas pangan bergizi.
Memastikan Implementasi Nilai HAM di Lapangan
Dalam kunjungan tersebut, tim dari Kementerian HAM tidak hanya meninjau kondisi fisik dapur dan fasilitas, tetapi juga memberikan penguatan motivasi kepada para petugas. Kehadiran mereka dimaksudkan agar prinsip-prinsip hak asasi manusia benar-benar terwujud dalam aksi nyata, termasuk dalam program strategis seperti MBG ini.
Staf Khusus Menteri HAM Bidang Transformasi Digital dan Komunikasi Media, Thomas Harming Suwarta, menegaskan pentingnya peran SPPG sebagai ujung tombak program.
"Kami ingin memastikan sekali lagi bahwa pemenuhan hak atas pangan bergizi merupakan hak dasar setiap anak. Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu bentuk upaya negara dalam menjamin hak tersebut, sehingga perlu didukung oleh sarana dan fasilitas yang layak serta memenuhi standar, dan tentu saja para petugas SPPG menyadari betapa mulia tugas mereka karena mempersiapkan anak Indonesia yang kenyang, sehat dan pintar. Seperti selalu disampaikan Bapa Presiden beliau ingin anak Indonesia tersenyum," jelas Thomas dalam keterangan tertulis, Rabu (18/2/2026).
Pengawasan Berlapis untuk Kualitas Prima
Thomas menyadari bahwa tugas menyediakan makanan bergizi untuk ribuan anak bukan pekerjaan ringan. Ia menekankan perlunya disiplin dan motivasi tinggi di setiap tahapan, sekaligus belajar dari berbagai kejadian di lapangan untuk terus melakukan perbaikan.
"Kejadian yang terjadi di beberapa tempat harus menjadi cambuk agar setiap petugas SPPG menyadari betul betapa tugas mereka sangat strategis dan mulia karena itu perlu didukung oleh motivasi yang tinggi, pola kerja yang disiplin dan penuh rasa tanggung jawab. Sama halnya dengan teman-teman mitra yang mengelola dapur-dapur ini. Berhasilnya program ini sangat tergantung dari kinerja SPPG di lapangan," tuturnya.
Artikel Terkait
Iran Abaikan Ultimatum Trump, Jenderal Sebut Ancaman AS Bodoh dan Gugup
Jenazah Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon Tiba, Dimakamkan di TMP Hari Ini
Indonesia Desak Evaluasi Keamanan Pasukan PBB Usai Tiga Prajurit Gugur di Lebanon
Tiga Daerah di Sulsel Kolaborasi Olah Sampah Jadi Listrik 25 MW