Atraksi utama festival adalah pertunjukan video mapping yang memproyeksikan cerita dan visual menarik pada bangunan-bangunan cagar budaya. Pertunjukan ini dijadwalkan setiap malam pada pukul 19.15 WIB.
Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Jakarta, Denny Aputra, saat dikonfirmasi menjelaskan jadwal pertunjukan tersebut. "Pertunjukan 'video mapping' digelar pada pukul 19.15 WIB," tuturnya.
Ragam Hiburan Tambahan
Selain video mapping yang menjadi magnet utama, panitia juga menyiapkan beragam hiburan lain untuk menyemarakkan suasana. Pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan barongsai yang khas dengan perayaan Imlek, serta berbagai tarian.
Tidak ketinggalan, hiburan musik juga turut meramaikan acara dengan penampilan dari grup band Hijau Daun dan Mata Band. Kombinasi antara teknologi cahaya, budaya tradisional, dan musik kontemporer ini berhasil menciptakan pengalaman wisata yang unik dan menarik bagi semua kalangan.
Gelaran festival selama dua hari itu pun berhasil menjadi destinasi alternatif yang populer, mengundang puluhan ribu orang untuk merasakan atmosfer Imlek dengan nuansa yang berbeda di tengah bangunan-bangunan kolonial.
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Plastik, Pedagang Pasar Keluhkan Kenaikan 50%
Kemkomdigi Tegaskan Rating Usia di Steam Bukan Klasifikasi Resmi IGRS
Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz atau Hadapi Serangan Infrastruktur
Kubu Rismon Tegaskan Tudingan Libatkan JK dalam Kasus Ijazah Jokowi adalah Hoaks