Geopolitik dan Tingkat Imbal Hasil yang Diminta
Head of Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia, Ramdhan Ario Maruto, lebih menekankan pada ketidakstabilan geopolitik global. Ketegangan antara AS dan Iran, misalnya, menciptakan ketidakpastian yang tinggi di pasar keuangan. Situasi ini mendorong investor untuk meminta imbal hasil (yield) yang lebih tinggi sebagai kompensasi atas risiko.
Data dari Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) saat itu menunjukkan yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun sudah berada di level 6,39%. Untuk tenor tiga dan enam tahun, yield yang diminta pasar masing-masing sekitar 5,41% dan 5,97%. Sementara itu, ORI029 menawarkan kupon di kisaran 5,45% 5,80%, yang bagi sebagian investor dinilai belum sepenuhnya mengkompensasi risiko yang dirasakan.
"Ketegangan geopolitik ini kan menyebabkan ketidakpastian meningkat. Kalau saya lihat juga, ritel akhirnya wait and see untuk masuk," jelas Ramdhan.
Peluang di Tengah Tantangan
Meski demikian, peluang untuk penyerapan tetap ada. Momentum utama diharapkan datang dari aksi reinvestasi dana investor ritel yang diperoleh dari obligasi pemerintah lain yang jatuh tempo. Data dari BRI Danareksa Sekuritas mencatat, setidaknya ada empat Surat Utang Negara (SUN) yang jatuh tempo pada Februari 2026, dengan total nilai mencapai Rp46,85 triliun. Aliran dana segar ini berpotensi mengisi sebagian kuota ORI029.
Namun, optimisme itu dibayangi realitas pasar. Ramdhan memperkirakan, meski kondisi makroekonomi domestik terbilang solid, peluang ORI029 terserap penuh sangat kecil. Prediksinya, penawaran ini masih akan menyisakan kuota sekitar 10% di bawah target, mencerminkan sikap hati-hati yang masih mendominasi pasar keuangan ritel saat ini.
Artikel Terkait
Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok Preman Usai Tolak Permintaan Miras di Purwakarta
Kementerian China Desak Pengguna iPhone dan iPad Segera Perbarui iOS untuk Hindari Eksploitasi Aktif
Politisi Desak Investigasi Tuntas Usai Ledakan Lukai Tiga Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon Selatan
Pria Bakar Mantan Istri dan Mertua di Jepara Usai Ditolak Rujuk, Satu Tewas