Politisi Desak Investigasi Tuntas Usai Ledakan Lukai Tiga Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon Selatan

- Minggu, 05 April 2026 | 09:10 WIB
Politisi Desak Investigasi Tuntas Usai Ledakan Lukai Tiga Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon Selatan

Ledakan di El Adeisse, Lebanon selatan, kembali memakan korban. Kali ini, tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) mengalami luka-luka. Insiden ini pun memantik reaksi keras dari politisi di tanah air.

TB Hasanuddin, legislator PDIP dari Komisi I DPR, mendesak pemerintah untuk segera bertindak. Ia menuntut investigasi yang transparan dan independen.

"Pemerintah harus segera mendorong investigasi yang menyeluruh, transparan, dan independen. Perwakilan Tetap RI di PBB perlu melayangkan desakan resmi kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekretariat Jenderal PBB untuk mengusut tuntas insiden ini," tegas Hasanuddin, Minggu (5/4/2026).

Menurutnya, inti dari penyelidikan ini harus menjawab satu pertanyaan kunci: apakah ledakan itu cuma dampak tak disengaja dari konflik yang berkecamuk, atau justru sebuah pelanggaran hukum internasional yang disengaja? Poin ini penting. Sangat penting.

"Fokus investigasi harus memastikan apakah ini murni dampak konflik atau ada unsur kesengajaan. Jika terbukti ada serangan terhadap personel penjaga perdamaian, maka itu adalah pelanggaran serius dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang," paparnya lagi.

Hasanuddin tak main-main. Ia mendorong pemerintah untuk bersikap lebih tegas di kancah diplomasi global. Serangan terhadap simbol dan personel PBB, ujarnya, sama sekali tak bisa ditoleransi. Harus ada akuntabilitas penuh dari pihak yang bertanggung jawab.

Di sisi lain, peran Kementerian Luar Negeri dinilai krusial dalam mengawal seluruh proses ini.

"Kemlu harus melakukan monitoring ketat terhadap seluruh tahapan penyelidikan oleh UNIFIL, mulai dari pengumpulan bukti, analisis data, hingga verifikasi kronologi kejadian. Selain itu, Kemlu juga harus memastikan hak-hak prajurit yang terluka terpenuhi dan terus memberikan tekanan diplomatik agar proses ini berjalan tuntas," jelasnya.

Suasana di Lebanon selatan memang masih mencekam. Dan insiden ini, sekali lagi, mengingatkan betapa berisiko tugas para penjaga perdamaian di lapangan. Mereka berada di garis depan, sementara harapan untuk perdamaian yang sejati masih terasa jauh di sana.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar