Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok Preman Usai Tolak Permintaan Miras di Purwakarta

- Minggu, 05 April 2026 | 09:30 WIB
Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok Preman Usai Tolak Permintaan Miras di Purwakarta

Suasana pesta pernikahan di Kampung Cikumpay, Purwakarta, Sabtu lalu, berubah total dalam sekejap. Dari riuh rendah sukacita, tiba-tiba berganti dengan jerit tangis dan kepanikan. Sang tuan rumah, Dadang (58), tewas mengenaskan setelah dikeroyok sekelompok pemuda. Pemicunya? Sesuatu yang terbilang sepele: miras yang tak kunjung diberikan.

Menurut sejumlah saksi, keributan mulai memanas ketika beberapa pemuda yang dikenal sebagai preman kampung mendatangi hajatan. Mereka datang bukan cuma untuk memberi selamat, tapi meminta minuman keras. Dadang, yang ingin menjaga kesopanan dan kekhusyukan acara pernikahan anaknya, menolak permintaan itu. Penolakan itu seperti menyulut bensin.

Para pelaku langsung naik pitam. Dengan brutal, mereka menghujani pukulan ke tubuh Dadang. Situasi yang semula terkendali langsung kacau balau. Tamu undangan yang menyaksikan hanya bisa berteriak, sementara keluarga korban histeris.

Dalam video yang beredar, terlihat istri Dadang pingsan dan harus dibopong keluar. Sementara Dadang sendiri tergeletak tak sadarkan diri di tengah keramaian yang tiba-tiba senyap, hanya diselingi isak tangis. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi semuanya sudah terlambat.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar