Pendinginan Kebakaran Pabrik Plastik di Cengkareng Masuk Hari Keempat, Damkar Kerahkan Robot

- Jumat, 22 Mei 2026 | 11:40 WIB
Pendinginan Kebakaran Pabrik Plastik di Cengkareng Masuk Hari Keempat, Damkar Kerahkan Robot

Proses pendinginan kebakaran pabrik plastik di Cengkareng, Jakarta Barat, masih terus berlangsung hingga hari keempat. Petugas pemadam kebakaran masih bekerja menyisir titik-titik api yang berpotensi menyala kembali di lokasi yang luasnya mencapai sekitar 1.000 meter persegi itu.

“Pendinginan hari ini masih operasi lanjutan,” ujar petugas Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Kebakaran pertama kali dilaporkan terjadi pada Senin (18/5) pukul 14.31 WIB. Proses pemadaman segera dilakukan, dan api besar berhasil dijinakkan beberapa jam kemudian. Namun, petugas baru memulai proses pendinginan secara intensif sejak pukul 16.20 WIB pada hari yang sama.

Dalam tahap pendinginan itu, petugas terus menyemprotkan air ke seluruh material di dalam bangunan. Mereka juga mengurai tumpukan material yang diduga masih menyimpan bara api. Langkah ini ditempuh untuk mencegah munculnya kembali kobaran api di tengah banyaknya bahan mudah terbakar yang tersimpan di pabrik tersebut.

“Kendalanya, area yang terbakar luas dan termasuk bahan bakarnya sulit untuk bisa langsung padam juga,” jelas petugas tersebut.

Luas area yang terdampak api mencapai 1.000 meter persegi. Pada hari ini, sebanyak empat unit mobil pemadam dan 20 personel dikerahkan untuk melanjutkan proses pemadaman dan pendinginan di gedung tersebut.

Pabrik plastik dan gudang yang terbakar berlokasi di Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, RT 06 RW 04, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng. Dalam operasi ini, damkar juga mengerahkan robot sebagai alat bantu untuk menyusuri bagian dalam bangunan. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi keberadaan gas berbahaya serta potensi bahaya lain yang mungkin mengancam keselamatan petugas.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun petugas, api pertama kali terlihat oleh seorang karyawan yang sedang bekerja di dalam gudang penyimpanan kardus dan plastik. Karyawan tersebut segera melapor kepada petugas keamanan dan berusaha memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, api terus membesar sehingga petugas keamanan menghubungi pemadam kebakaran.

Insiden ini mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka, terdiri atas dua petugas dan satu warga. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar