"Nanti yang kita antisipasi, tapi sifatnya insidental. Karena itu monitoring wilayah itu penting bagi kita,"
ujarnya.
Selain urusan tawuran, pengawasan juga diperketat untuk dua hal lain: peredaran minuman keras dan operasi tempat hiburan. Operasi penyisiran atau sweeping akan terus dilakukan, tapi dengan pola yang tidak terduga.
"Itu kita sweeping terus. Cuma kita tidak bisa kasih tahu jadwalnya kapan. Kalau dikasih tahu jadwalnya malah tidak efektif,"
tegas Satriadi.
Di sisi lain, ruang publik seperti taman juga tak luput dari pengawasan. Petugas akan berjaga selama 24 jam untuk mencegah aktivitas yang bisa meresahkan warga atau penyalahgunaan fasilitas umum, khususnya di bulan puasa ini. Intinya, mereka berusaha menciptakan suasana yang kondusif, agar ibadah Ramadan warga Jakarta bisa berjalan dengan tenang.
Artikel Terkait
Diskon Tiket Kapal Mudik 30% Tembus Target, 467 Ribu Penumpang Terdaftar
Ayah Tewas Dikeroyok Preman Saat Pesta Pernikahan Anak di Purwakarta
Panglima TNI Pimpin Upacara Pemakaman Mayor Zulmi, Prajurit Kopassus Gugur di Misi PBB Lebanon
Presiden Prabowo Lepas Jenazah Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi PBB di Lebanon