"Ini hari tergelap yang pernah saya ingat," ucap Rovira, suaranya berat.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi sebelum api membesar? Menurut sejumlah laporan, para remaja itu sedang berkumpul. Radio Cadena SER, yang mengaku berbicara dengan saksi dan kenalan korban, menyebut mereka sedang menghirup gas tertawa di lantai atas gedung.
Narasi yang berkembang kemudian semakin muram. Disebutkan, gas itu bocor dan tiba-tiba meledak. Pemicunya diduga adalah percikan api dari korek yang dinyalakan salah seorang di ruang tertutup itu. Beberapa remaja lain dikabarkan selamat, walau klaim ini belum mendapat konfirmasi resmi dari otoritas.
Kini, lokasi kejadian telah dikepung polisi. Seorang jurnalis AFP di tempat kejadian melaporkan, fasad bangunan itu tampak tidak rusak. Namun di balik dinding yang tampak biasa itu, tragedi telah terjadi.
Sebagai bentuk duka, balai kota Manlleu menetapkan masa berkabung selama tiga hari. Sementara itu, penyelidikan resmi telah dibuka untuk mengungkap titik terang musibah ini.
Artikel Terkait
Lebih dari 55 Siswa Keracunan, BGN Tangguhkan Dapur Makan Bergizi Gratis di Pondok Kelapa
Polisi Lacak Pelaku Insiden Senggol dan Rebut Kunci di Tol Kemayoran
Gubernur Pramono Soroti Peran Muhammadiyah dalam Modernisasi Tradisi Halal Bihalal
Lebih dari 45% Perusahaan Transportasi Rusia Sudah Gunakan AI, Regulasi Masih Tertinggal