Korban Longsor Pidie Jaya Siap Sambut Ramadan di Pengungsian

- Rabu, 18 Februari 2026 | 00:15 WIB
Korban Longsor Pidie Jaya Siap Sambut Ramadan di Pengungsian
Kepala Desa Meunasah Raya, Meurah Dua, Pidie Jaya, Aceh, Abdul Halim Ishak mengungkapkan kondisi masyarakat di wilayah yang dipimpinnya jelang Ramadan, Selasa (17/2/2026) malam. (Sumber: Tangkapan Layar YouTube KompasTV)

BANDA ACEH Menjelang Ramadan, suasana di pengungsian korban bencana di Pidie Jaya ternyata tak seruram yang dibayangkan. Abdul Halim Ishak, sang Kepala Desa Meunasah Raya, bicara soal semangat warganya yang masih menyala. Padahal, sudah hampir tiga bulan berlalu sejak musibah longsor hebat melanda kawasan itu akhir November 2025.

“Kalau masyarakat kita ini walaupun dalam keadaan seperti ini, tetapi masih sangat bersemangat untuk menyambut bulan suci Ramadan walaupun mereka di dalam tempat pengungsian,” ujar Halim, Selasa (17/2/2026) malam lalu.

Perkataannya itu disampaikan dalam program Kompas Malam KompasTV. Sekitar 500 jiwa masih terpaksa tinggal di tempat pengungsian. Rumah-rumah mereka masih terkubur material longsor, membuat kepulangan mustahil untuk sementara waktu.

Namun begitu, persiapan menyambut bulan puasa tetap berjalan. Menurut Abdul, ada satu hal yang paling banyak dibutuhkan warga: kompor dan tabung gas. Untungnya, sebagian sudah terpenuhi lewat donasi yang masuk. “Alhamdulillah sudah tercover untuk masyarakat kita, tetapi banyak yang kurang masih tabung gas,” jelasnya.

Untuk urusan logistik pangan, dia memastikan stok cukup. Setiap bantuan yang datang langsung disimpan di gudang logistik, lalu dibagikan sesuai kebutuhan. Sistemnya berjalan, meski dalam kondisi serba terbatas.

Yang menarik, tradisi tahunan seperti meugang menyembelih hewan kurban jelang Ramadan rencananya tetap akan dilaksanakan. Rupanya, semangat untuk menjaga adat istiadat tak luntur oleh musibah.

Jadi, meski atapnya masih tenda biru dan lantainya terpal, semangat Ramadan di pengungsian Aceh itu nyata adanya. Bukan cuma soal bertahan hidup, tapi juga tentang menjaga martabat dan tradisi di tengah ujian yang berat.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar