Cuaca Panas Ekstrem Ancam Kesehatan, Waspadai Panas Dalam hingga Heatstroke

- Sabtu, 04 April 2026 | 12:30 WIB
Cuaca Panas Ekstrem Ancam Kesehatan, Waspadai Panas Dalam hingga Heatstroke

Cuaca panas yang melanda belakangan ini memang bikin gerah. Tapi jangan salah, efeknya nggak cuma bikin badan berkeringat dan tak nyaman. Suhu yang terus merangkak naik ternyata bisa bawa dampak serius buat kesehatan kita.

Bayangkan, tubuh kita dipaksa kerja ekstra keras cuma buat ngatur panas. Kalau udah kewalahan, ya wassalam. Berbagai penyakit pun siap menyerang. Berdasarkan tayangan Hidup Sehat tvOne, setidaknya ada lima ancaman kesehatan yang perlu kita waspadai saat terik matahari makin menjadi.

Ilustrasi sakit kepala. Sumber: pexels.com/Antoni Shkraba Studio

Yang pertama, ya itu dia, panas dalam. Cuaca panas bikin tubuh kita gampang banget 'kepanasan'. Ditambah lagi kalau pola makan kita berantakan terlalu banyak gorengan, makanan berminyak, atau yang pedas-pedas maka gejala seperti sariawan dan tenggorokan kering siap mengintai. Rasanya pasti nggak enak banget.

Lalu, ada ancaman buat pernapasan. Udara di kala panas terik cenderung kering dan penuh debu. Kalau sering keluar rumah tanpa masker, risiko kena infeksi saluran napas jadi lebih tinggi. Belum lagi, cuaca ekstrem ini sering memicu kebakaran hutan. Asapnya yang tebal itu bahaya, bisa picu ISPA sampai penyakit paru-paru kronis.

Mata kita juga jadi korban. Debu dan asap yang beterbangan bebas bisa dengan gampangnya masuk dan mengiritasi mata. Akibatnya? Mata merah, perih, gatal, atau terasa kayak terbakar. Kalau dibiarkan, aktivitas sehari-hari bisa langsung terganggu.

Nah, yang ini juga sering terjadi: demam tinggi. Paparan panas berlebihan bisa mendongkrak suhu tubuh secara drastis. Tubuh yang nggak kuat menyesuaikan diri akhirnya merespons dengan demam. Jangan anggap sepele, demam yang dibiarkan bisa berbahaya dan berpotensi mengganggu fungsi organ penting, termasuk otak.

Terakhir, ini yang paling mengerikan: heatstroke. Ini kondisi darurat, lho. Heatstroke muncul saat tubuh sudah kelelahan dan dehidrasi parah, sampai-sampai nggak bisa lagi mengendalikan suhunya sendiri. Tandanya mulai dari urin berwarna kuning pekat, pusing, lemas luar biasa, sampai pingsan. Butuh penanganan medis secepatnya, karena akibatnya bisa fatal.

Jadi, di tengah cuaca yang makin ekstrem ini, jaga diri baik-baik. Cukup minum, hindari panas terik kalau nggak perlu, dan selalu waspada dengan gejala-gejala di atas. Kesehatan itu mahal, kan?

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar