Untuk urusan logistik pangan, dia memastikan stok cukup. Setiap bantuan yang datang langsung disimpan di gudang logistik, lalu dibagikan sesuai kebutuhan. Sistemnya berjalan, meski dalam kondisi serba terbatas.
Yang menarik, tradisi tahunan seperti meugang menyembelih hewan kurban jelang Ramadan rencananya tetap akan dilaksanakan. Rupanya, semangat untuk menjaga adat istiadat tak luntur oleh musibah.
Jadi, meski atapnya masih tenda biru dan lantainya terpal, semangat Ramadan di pengungsian Aceh itu nyata adanya. Bukan cuma soal bertahan hidup, tapi juga tentang menjaga martabat dan tradisi di tengah ujian yang berat.
Artikel Terkait
Gubernur DKI: Ukhuwah Islamiyah Bisa Cegah Perang Berkepanjangan di Timur Tengah
Politisi Desak Penegakan Hukum atas Intimidasi Petugas Kebersihan di Cengkareng
Cuaca Panas Ekstrem Ancam Kesehatan, Waspadai Panas Dalam hingga Heatstroke
Libur Panjang Paskah, Kawasan Monas Ramai Dikunjungi Keluarga