Gubernur DKI: Ukhuwah Islamiyah Bisa Cegah Perang Berkepanjangan di Timur Tengah

- Sabtu, 04 April 2026 | 12:40 WIB
Gubernur DKI: Ukhuwah Islamiyah Bisa Cegah Perang Berkepanjangan di Timur Tengah

Di tengah hangatnya acara Halalbihalal keluarga besar Muhammadiyah DKI Jakarta, Gubernur Pramono Anung menyelipkan sebuah refleksi yang dalam. Ia menyinggung situasi memilukan di Timur Tengah, di mana konflik terus berkecamuk. Menurutnya, seandainya nilai-nilai ukhuwah benar-benar dipegang tegung, perang yang berkepanjangan itu mungkin takkan pernah terjadi.

"Coba kalau Ukhuwah Islamiyah ini benar-benar jalan," ujar Pramono di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Sabtu lalu.

Suaranya terdengar lirih namun tegas. "Negara-negara yang sekarang ini saling bersitegang, berantem, bertempur karena merasa persaudaraan Islam menjadi pemersatu, menguatkan kita semua."

Ia yakin, ajaran tentang tiga jenis persaudaraan Islamiyah, Wathaniyah, dan Basyariyah seharusnya jadi perekat yang kuat. Bukan cuma antarindividu, tapi juga hubungan antarnegara. Kenyataannya? Berbagai konflik yang masih berkobar justru menunjukkan betapa semangat persaudaraan itu kian memudar.

Pramono melanjutkan. Andai saja prinsip itu dijalankan dengan sungguh-sungguh, banyak perang pasti tak akan berlarut-larut.

"Saya yakin mereka pasti harusnya kalau ajaran ini benar-benar diterapkan, mudah-mudahan perang ini tidak terlalu lama," ungkapnya. Alasannya jelas: dampaknya terlalu panjang dan merusak. "Tidak ada daerah mana pun yang diuntungkan dari perang ini."

Poin itu ia tekankan kembali. Menurut Gubernur, mustahil mencari pihak yang diuntungkan dari situasi seperti itu. Justru sebaliknya, semua terkena imbasnya. Kerugiannya merata, menyentuh segala aspek; dari kemanusiaan, tatanan sosial, hingga stabilitas ekonomi. Semua ikut menanggung bebannya.

Di sisi lain, dalam kesempatan yang sama, Pramono juga bicara tentang Jakarta. Kota ini, katanya, harus menjadi rumah yang nyaman bagi semua golongan. Tanpa terkecuali.

Ia pun menyelipkan apresiasi untuk tuan rumah. Peran Muhammadiyah dalam merawat kerukunan ia puji, termasuk kontribusinya memodernisasi tradisi Halalbihalal. Ritual itu, di matanya, telah berubah jadi kekuatan perekat yang solid antarumat beragama di Indonesia. Sebuah warisan budaya yang punya nilai lebih dari sekadar seremonial.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar