Barongsai dan Ritual Lepas Burung Warna Kemeriahan Imlek di Kelenteng Palembang

- Selasa, 17 Februari 2026 | 21:55 WIB
Barongsai dan Ritual Lepas Burung Warna Kemeriahan Imlek di Kelenteng Palembang

Harapan yang Terbang Bebas

Namun begitu, perayaan di Kelenteng Dewi Kwan Im tak cuma soal barongsai. Ada ritual lain yang sarat makna: melepas burung pipit. Tradisi ini dilakukan usai rangkaian ibadah, sebagai simbol membuang sial dan membuka lembaran baru.

Saat pintu sangkar dibuka, puluhan burung pipit itu berhamburan ke angkasa. Mereka terbang bebas, disaksikan oleh tatapan penuh harap dari umat yang hadir. Bagi mereka, momen itu adalah doa yang diwujudkan melepas energi negatif tahun lalu, sambil memohon kedamaian dan rezeki untuk tahun depan.

Michael (41) adalah salah satu yang rutin mengikuti tradisi ini.

"Kami percaya ini sebagai simbol membuang hal-hal buruk di tahun lalu. Saat burung dilepas dan terbang bebas, itu seperti harapan dan doa kami ikut terbang, semoga tahun ini lebih baik dan penuh berkah," ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Bagi Michael, ritual ini lebih dari sekadar upacara. Ia adalah momen refleksi.

"Intinya bukan hanya melepas burung, tapi juga melepas beban pikiran dan kesalahan yang pernah dibuat. Kita mulai lagi dari awal dengan hati yang lebih bersih," katanya.

Jadi, itulah sekelumit suasana Imlek di Palembang. Sebuah perpaduan antara keriangan, spiritualitas, dan harapan akan awal yang baru. Semuanya berbaur, menciptakan semangat kebersamaan yang hangat.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar