Rusadi menambahkan rencananya setelah menonton barongsai. "Setelah nonton barongsai, rencananya mau ke tempat burung. Biar anak-anak juga belajar sambil jalan-jalan. Kalau sudah capek di satu tempat, bisa pindah ke tempat lain. Jadi anak-anak enggak cepat bosan," jelasnya.
Pengunjung lain, Hamdan (41), juga memiliki pandangan serupa. Ia sengaja membawa istri dan anaknya untuk merasakan langsung kemeriahan budaya Tionghoa. "Di sini kan ada barongsai, terus anak-anak bisa lihat seperti apa kemeriahan Imlek sekaligus pengalaman juga ke mereka," ungkapnya.
Ragam Hiburan dan Jaminan Kenyamanan
Festival Pecinan TMII tidak hanya mengandalkan atraksi barongsai. Pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan Wushu Dance dan seni tradisional Bian Lian yang memukau. Untuk urusan kuliner, bazar makanan menyajikan beragam hidangan khas perayaan, mulai dari bakmi hingga gohyong.
Menyadari latar belakang pengunjung yang beragam, pengelola TMII memberikan perhatian khusus pada aspek kenyamanan dan kepercayaan. Mereka memastikan seluruh fasilitas berjalan baik dan, yang tak kalah penting, memberikan jaminan kehalalan produk kuliner yang dijual di area festival. Langkah ini menunjukkan komitmen untuk melayani semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Dengan paket wisata yang lengkap dan perhatian pada detail layanan, TMII kembali membuktikan diri sebagai destinasi andalan untuk merayakan momen kebersamaan keluarga di hari libur nasional.
Artikel Terkait
Sopir Taksi Online Positif Sabu Diduga Picu Pelecehan Penumpang
AS Batasi Citra Satelit Kawasan Konflik, Akses Verifikasi Independen Terhambat
Bareskrim Bongkar Jaringan Ekstasi di Tempat Hiburan Eksklusif Bali
Jaksa Tuntut Seumur Hidup untuk Pelaku Pembunuhan dan Pemutilasi Pacar di Mojokerto