Selain kemampuan teknis militer, Djamari juga menyoroti aspek kepemimpinan yang menjadi tulang punggung satuan. Dia menegaskan bahwa kualitas sebuah satuan sangat bergantung pada kualitas para perwiranya. Seorang pemimpin di jajaran Kostrad dituntut untuk kompeten, berkarakter, dan memahami kapasitas anak buahnya untuk mendorong peningkatan kemampuan satuan secara terus-menerus.
“Pasukan elite ditandai oleh pemimpin yang hadir di depan, bukan di belakang. Rantai komando harus tegas, jelas, dan dihormati seluruh anggota satuan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Djamari menambahkan, “Kualitas satuan sangat ditentukan oleh kualitas para perwira yang memimpinnya.”
Motivasi untuk Tingkatkan Kemampuan
Kunjungan kerja dan pemberian arahan ini diharapkan dapat memompa motivasi seluruh personel dan perwira Divisi Infanteri 2 Kostrad. Djamari berharap, semangat untuk terus berlatih dan meningkatkan profesionalisme dapat semakin menguat, sehingga kesiapan dalam menjaga kedaulatan dan pertahanan negara tetap terjaga pada tingkat yang optimal. Kehadiran pejabat tinggi pemerintah di markas satuan seperti ini juga mengisyaratkan perhatian serius terhadap kondisi kesiapan alat utama sistem pertahanan (alutsista) dan sumber daya manusianya di lapangan.
Artikel Terkait
BMKG Catat 111 Kali Gempa Guncang Jawa Barat Sepanjang Maret
Pertamina Tambah Pasokan Elpiji Subsidi Jelang Libur Panjang di Madiun Raya
Arema FC dan Malut United Bermain Imbang 1-1 di Kanjuruhan
Banjir Rendam Ribuan Rumah di Lima Kecamatan Grobogan