MURIANETWORK.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menekankan pentingnya peningkatan kemampuan tempur pasukan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Arahan ini disampaikan langsung oleh Djamari saat mengunjungi Markas Brigif 18/Trisula, Divisi Infanteri 2 Kostrad di Malang, Jawa Timur, Selasa. Dalam kunjungan kerjanya, Menko Polhukam mendorong satuan elite tersebut untuk selalu siaga dan meningkatkan daya gempur sebagai ujung tombak pertahanan darat nasional.
Kesiapan Tempur dalam Kondisi Genting
Djamari Chaniago menggarisbawahi peran strategis Kostrad sebagai pasukan pemukul yang digerakkan saat negara menghadapi situasi kritis. Oleh karena itu, kesiapan tempur tidak bisa dibangun secara instan, melainkan melalui latihan dan pembinaan yang berkesinambungan setiap harinya. Menurutnya, Brigif 18/Trisula sebagai bagian dari kekuatan inti Kostrad harus mampu bergerak cepat dan memiliki daya gempur yang tinggi.
“Kostrad adalah pasukan strategis yang digerakkan saat negara berada dalam kondisi genting. Pasukan elite dibentuk dan dilatih setiap hari, bukan saat menjelang adanya operasi. Tidak ada toleransi untuk kelalaian sekecil apa pun,” tegas Djamari kepada para prajurit.
Artikel Terkait
Tiga Pasukan Perdamaian PBB Terluka Akibat Ledakan di Lebanon Selatan
TRIS Siap Ekspansi Global, Manfaatkan Perjanjian Dagang dan Kinerja 2025 yang Solid
Pelatih Arema Ungkap Alasan Taktik Bertahan Ketat Usai Imbang Lawan Malut United
Bareskrim Blokir 80 Rekening dan Periksa 90 Saksi dalam Kasus Dugaan Penipuan PT DSI Rp 2,4 Triliun