Suasana di RS Polri Kramat Jati, Selasa sore itu, berat. Keluarga korban kebakaran gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, berdatangan satu per satu. Isak tangis pecah seketika, menyambut kepiluan yang sudah menunggu.
Hingga lewat pukul enam sore, arus kedatangan masih terus berlanjut ke posko DVI antemortem rumah sakit tersebut. Wajah-wajah yang tampak lelah itu langsung basah oleh air mata begitu tiba. Mereka saling berpelukan, mencari sedikit kekuatan di tengah ketidakpastian yang menyiksa.
Beberapa perwakilan keluarga sudah dipersilakan masuk ke ruang dalam posko. Namun begitu, masih banyak yang harus menunggu di luar. Mereka duduk lesu, tak lepas dari genggaman ponsel, berusaha menyampaikan kabar apapun bentuknya kada sanak saudara yang lain.
Dari data yang berhasil dikumpulkan, tragedi ini merenggut nyawa 21 orang. Korban selamat tercatat 19 orang. Di papan informasi Damkar di lokasi kejadian, tertera rincian yang menyayat hati: 15 perempuan dan 6 laki-laki menjadi korban.
Nama-nama mereka pun dibacakan, meninggalkan duka yang dalam.
Korban Perempuan:
Ninda, Pariyem, Novia yang saat itu tengah mengandung lalu Nisa, Nazelia, dan Risda. Juga Asy-Syifa, Della, Siti, serta Emelia. Disusul Vina, Chandra, Tasya, Chintia, dan terakhir Rosdiana.
Di sisi lain, korban laki-laki adalah Apriana, Ariel, Yoga, Sendi, Raihan, serta Ihsanul Mirza.
Setiap nama bukan sekadar statistik. Mereka adalah cerita yang terputus, harapan yang padam terlalu cepat.
Artikel Terkait
Sapi Kurban Lolos dari Ikatan, Berlari ke Jalan Raya di Ciputat Timur
Lonjakan Permintaan Golok Jelang Iduladha, Kampung Pandai Besi di Bandung Raup Berkah Musiman
Sapi Kurban Mengamuk, Tercebur ke Selokan saat Hendak Diberi Makan di Bogor
Dusun Krajan Banjarnegara Kurban 52 Sapi dan 339 Kambing, Warga Gotong Royong Jadi RPH Dadakan