"Perbedaan harus disikapi dengan arif bijaksana. Terlebih, puasa itu tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan takwa, baik peningkatan takwa untuk pribadi maupun kolektif," ujarnya.
Haedar berharap Ramadan tahun depan bisa dijalani dengan tenang dan penuh kedamaian. Jangan sampai hiruk-pikuk perbedaan justru mengganggu kekhusyukan ibadah. Lebih jauh, momen bulan suci ini diharapkannya bisa mengantarkan umat pada peningkatan spiritual dan intelektual, menjadi pribadi yang lebih baik dalam segala hal.
Metode yang dipakai Muhammadiyah memang sudah jelas: hisab hakiki wujudul hilal, yang jadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid mereka. Dengan metode itu pula, mereka telah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Sementara itu, dari pihak pemerintah, sidang isbat hari ini bisa diikuti publik melalui siaran langsung di kanal YouTube Bimas Islam TV dan Kemenag. Tinggal kita tunggu saja keputusannya nanti malam.
Artikel Terkait
Jenazah Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Tiba di Tanah Air Akhir Pekan Ini
Ribuan Personel Amankan Ibadah Jumat Agung di Seluruh Sumatera Selatan
Pohon Tumbang Tewaskan Pengemudi Mobil di Bandung, 33 Titik Terdampak
Korlantas Polri: Operasi Ketupat 2026 Tekan Angka Kecelakaan 5,31% dan Fatalitas 30%