Korlantas Catat Penurunan Fatalitas Kecelakaan Lebih dari 51% Selama Operasi Keselamatan 2026

- Senin, 16 Februari 2026 | 16:25 WIB
Korlantas Catat Penurunan Fatalitas Kecelakaan Lebih dari 51% Selama Operasi Keselamatan 2026

MURIANETWORK.COM - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat penurunan signifikan dalam angka fatalitas kecelakaan selama Operasi Keselamatan 2026. Operasi yang berlangsung selama 14 hari, dari 2 hingga 15 Februari 2026, berhasil menekan jumlah korban meninggal dunia di jalan raya hingga lebih dari 51 persen dibandingkan periode sebelum operasi. Capaian ini dipaparkan langsung oleh Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, dalam Analisa dan Evaluasi (Anev) di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Penurunan Drastis Korban Jiwa dan Kecelakaan

Dalam paparannya, Irjen Agus menyampaikan bahwa keberhasilan operasi ini merupakan hasil kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di lapangan. Parameter paling menggembirakan adalah penurunan tajam angka korban jiwa. Tidak hanya itu, statistik kecelakaan secara keseluruhan juga menunjukkan tren positif.

"Alhamdulillah, secara umum Operasi Keselamatan 2026 berhasil, berkolaborasi dengan seluruh stakeholder di lapangan. Parameter paling membahagiakan adalah jumlah korban meninggal dunia turun drastis sebesar 51,06 persen jika dibandingkan periode sebelum operasi," tutur Irjen Agus.

Secara rinci, total kejadian kecelakaan lalu lintas turun 34,96 persen atau berkurang 2.098 kasus. Angka korban luka berat juga menyusut 23,04 persen, sementara luka ringan turun 33,17 persen. Hasil ini menunjukkan dampak nyata dari pendekatan yang diterapkan.

Kunci Sukses: Edukasi Humanis dan Pelayanan

Pencapaian tersebut, menurut Irjen Agus, tidak lepas dari fokus operasi pada kegiatan preemtif dan preventif yang masif. Melalui program 'Polantas Menyapa dan Melayani', tercatat lebih dari 14,8 juta kegiatan edukasi dilakukan oleh personel di lapangan. Pendekatan ini bertujuan membangun kesadaran, bukan sekadar ketakutan terhadap hukum.

"Semangat melayani yang humanis telah menjadi urat nadi anggota di lapangan. Kita mengedepankan edukasi tanpa jarak kekuasaan. Masyarakat tertib bukan karena takut, tapi karena sadar akan keselamatan. Inilah yang kita sebut mewujudkan jalan raya sebagai ruang peradaban," tambahnya.

Penyiapan Angkutan Umum Menjelang Mudik

Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, perhatian juga difokuskan pada kesiapan angkutan umum. Korlantas telah melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan melalui pos pemeriksaan di seluruh Polda. Dari 3.618 kendaraan yang diperiksa, 93 persen dinyatakan laik jalan.

Meski demikian, Irjen Agus memberikan catatan khusus untuk 7 persen atau 248 unit kendaraan yang tidak memenuhi syarat. Pelanggaran yang banyak ditemukan antara lain tidak adanya alat pemadam api ringan (APAR), pemecah kaca yang hilang, hingga penggunaan ban yang sudah gundul.

"Kita pastikan angkutan umum yang beroperasi adalah angkutan yang berkeselamatan. Jumlah pemudik tahun ini diprediksi mencapai 143,91 juta orang, maka memastikan bus dan travel laik jalan adalah harga mati demi melindungi nyawa pemudik," tegas Irjen Agus.

Penegakan Hukum yang Objektif dengan Teknologi

Di tengfah pendekatan humanis, penegakan hukum tetap berjalan secara objektif. Sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan ETLE Drone Patrol Presisi justru mencatatkan peningkatan penindakan sebesar 25,96 persen. Peningkatan ini dipandang sebagai bentuk keadilan bagi pengguna jalan yang patuh.

"Peningkatan penindakan ini adalah bentuk keadilan bagi pengguna jalan yang tertib. Teknologi menjadi pendamping pendekatan humanis agar disiplin berlalu lintas tumbuh secara organik," jelasnya.

Fondasi Menuju Operasi Ketupat 2026

Keberhasilan Operasi Keselamatan 2026 ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat untuk menciptakan kondisi yang aman menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Lebaran. Korlantas Polri berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan semua pihak dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).

Menutup keterangannya, Irjen Agus menyampaikan harapannya. "Keberhasilan ini adalah modal penting untuk menyongsong mudik Lebaran yang aman dan kondusif. Kami ingin masyarakat merasa Polantas adalah sahabat mereka dalam setiap perjalanan," pungkasnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar