Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, perhatian juga difokuskan pada kesiapan angkutan umum. Korlantas telah melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan melalui pos pemeriksaan di seluruh Polda. Dari 3.618 kendaraan yang diperiksa, 93 persen dinyatakan laik jalan.
Meski demikian, Irjen Agus memberikan catatan khusus untuk 7 persen atau 248 unit kendaraan yang tidak memenuhi syarat. Pelanggaran yang banyak ditemukan antara lain tidak adanya alat pemadam api ringan (APAR), pemecah kaca yang hilang, hingga penggunaan ban yang sudah gundul.
"Kita pastikan angkutan umum yang beroperasi adalah angkutan yang berkeselamatan. Jumlah pemudik tahun ini diprediksi mencapai 143,91 juta orang, maka memastikan bus dan travel laik jalan adalah harga mati demi melindungi nyawa pemudik," tegas Irjen Agus.
Penegakan Hukum yang Objektif dengan Teknologi
Di tengfah pendekatan humanis, penegakan hukum tetap berjalan secara objektif. Sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan ETLE Drone Patrol Presisi justru mencatatkan peningkatan penindakan sebesar 25,96 persen. Peningkatan ini dipandang sebagai bentuk keadilan bagi pengguna jalan yang patuh.
"Peningkatan penindakan ini adalah bentuk keadilan bagi pengguna jalan yang tertib. Teknologi menjadi pendamping pendekatan humanis agar disiplin berlalu lintas tumbuh secara organik," jelasnya.
Fondasi Menuju Operasi Ketupat 2026
Keberhasilan Operasi Keselamatan 2026 ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat untuk menciptakan kondisi yang aman menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Lebaran. Korlantas Polri berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan semua pihak dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).
Menutup keterangannya, Irjen Agus menyampaikan harapannya. "Keberhasilan ini adalah modal penting untuk menyongsong mudik Lebaran yang aman dan kondusif. Kami ingin masyarakat merasa Polantas adalah sahabat mereka dalam setiap perjalanan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Komnas HAM Terima 12 Laporan Ancaman Usai Kasus Penyegelan Aktivis KontraS
UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Picu Tsunami Kecil di Sembilan Titik
Kazakhstan Resmi Miliki Konstitusi Baru Usai Referendum Dukungan Mayoritas