"Penyaluran dilakukan berdasarkan laporan kebutuhan dari daerah dan hasil koordinasi dengan tim penanganan bencana," tambah Khairul.
Bantuan untuk Mahasiswa dan Fasilitas Pendidikan
Dukungan juga diberikan kepada 11.772 mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, baik negeri maupun swasta, yang terdampak. Mereka menerima bantuan tunai sebesar Rp200 ribu per orang, dengan total anggaran mencapai Rp2,35 miliar yang disalurkan melalui Rekening Islamic Trust Fund Infag.
Selain bantuan tunai, upaya pemulihan juga dilakukan dengan menyalurkan bantuan barang ke 169 madrasah negeri. Bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lembaga itu meliputi tenda darurat, genset, pompa air, hingga perabot dan peralatan elektronik. Kanwil Kemenag Aceh juga mendistribusikan 5.000 Al-Qur'an ke berbagai wilayah.
Skala Kerusakan dan Dana Sisa
Berdasarkan pendataan Kemenag, bencana ini merusak 1.842 fasilitas keagamaan dan pendidikan di Aceh. Kerusakan tersebar di 472 madrasah, 391 pondok pesantren atau dayah, 896 rumah ibadah lintas agama, serta puluhan kantor urusan agama. Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan tertinggi, diikuti oleh sejumlah daerah lain seperti Aceh Tamiang.
Hingga saat ini, masih terdapat sisa dana sekitar Rp255 juta di rekening Tanggap Bencana. Dana cadangan ini disiapkan untuk mendukung kebutuhan pemulihan lanjutan yang belum seluruhnya terakomodasi dalam fase tanggap darurat ini.
Artikel Terkait
Kapolda Sumsel Tegaskan Toleransi Kunci Utama Keamanan di Bumi Sriwijaya
Inflasi Maret 2026 Terkendali di Sasaran, BI Optimis Tren Berlanjut
Jumat Agung 2026 Diperingati 3 April, Berikut Link Twibbon untuk Ibadah Digital
Jenazah Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Direncanakan Dipulangkan Akhir Pekan Ini