Yahya Zaini, Wakil Ketua Komisi IX DPR, angkat bicara soal wacana kerja dari rumah alias WFH untuk sektor swasta. Ia menyatakan dukungannya. Menurut politikus Golkar ini, kebijakan semacam itu bisa jadi langkah cerdas untuk menghemat energi sekaligus meringankan beban pengeluaran para pekerja.
"Saya mendukung kebijakan WFH yang diterapkan pemerintah dengan tujuan melakukan efisiensi penggunaan energi," kata Yahya kepada wartawan, Kamis lalu.
Ia melanjutkan, "Dengan WFH, para pegawai dan karyawan bisa menghemat, baik dari sisi energi maupun finansial mereka."
Namun begitu, Yahya langsung menegaskan satu hal penting. Penerapan WFH sama sekali tidak boleh bikin produktivitas kerja anjlok. Justru sebaliknya, sistem kerja fleksibel ini harusnya mendorong kinerja yang lebih baik dan adaptasi teknologi.
"Tapi jangan dilupakan, dengan WFH tidak mengurangi produktivitas kerja," tegasnya.
"Justru sebaliknya, WFH harus meningkatkan produktivitas, adaptif terhadap teknologi dan bisa berkelanjutan," ujar Yahya.
Dari sisi penghematan, manfaatnya cukup jelas. Selain menghemat listrik dan AC di perkantoran, WFH juga bakal memotong pengeluaran untuk BBM kendaraan sehari-hari. Itu artinya ada penghematan finansial yang langsung dirasakan.
Lalu, kapan waktu yang tepat? Yahya punya usulan. Menurutnya, hari Rabu adalah pilihan yang paling ideal. Kenapa? Karena posisinya yang ada di tengah-tengah pekan.
"Menurut hemat saya hari yang ideal untuk WFH adalah hari Rabu karena pertengahan minggu," ungkapnya.
"Kalau di awal minggu atau di ujung minggu akan mengganggu produktivitas, soalnya berdekatan dengan hari libur," sambung Yahya menjelaskan alasannya.
Artikel Terkait
Bus Restu Terguling di Tol Jombang-Mojokerto, 1 Tewas dan 11 Luka Berat
Kejari Bangka Selatan Terima Tiga Kasus Baru: Penganiayaan, PETI, dan Pencurian dari Mertua
Polisi Buru Tiga Pelaku Bacok di Cilandak Usai Keributan Berawal dari Medsos
Kemendikbud Luncurkan Dana IndonesiaRaya, Salurkan Rp594 Miliar untuk 3.036 Penerima