Garis akhir sudah ditegakkan. Mahkamah Agung menolak semua upaya kasasi dari para terpidana dalam kasus korupsi timah yang mengguncang itu. Kerugian negaranya? Sungguh fantastis, mencapai angka Rp 300 triliun lebih. Kini, mereka harus menjalani hukuman penjara yang panjang, plus membayar uang pengganti yang jumlahnya juga triliunan.
Setidaknya, ada 21 orang yang putusannya telah berkekuatan hukum tetap. Menurut sejumlah sumber, majelis hakim agung memutuskan dengan suara bulat. Artinya, tak ada celah lagi.
Nah, soal kerugian negara yang Rp 300 triliun itu, rinciannya cukup kompleks. Di satu sisi, ada kerugian dari kerja sama antara PT Timah dan sejumlah smelter swasta. Di sisi lain, ada pula komponen kerugian akibat kerusakan lingkungan yang diderita. Angkanya bukan main-main.
Berikut ini cuplikan vonis untuk beberapa nama yang mencuat:
Harvey Moeis
Vonisnya berlapis. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat awalnya memberi 6,5 tahun penjara plus denda Rp 1 miliar dan uang pengganti Rp 210 miliar. Naik banding ke PT DKI Jakarta, hukumannya melonjak jadi 20 tahun penjara, denda Rp 1 miliar, dan uang pengganti Rp 420 miliar. Kini, MA menolak kasasinya. Vonis tingkat banding itulah yang akhirnya berlaku tetap.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran di Stasiun Jakarta Capai 52 Ribu Penumpang per Hari
Harga Sembako Melonjak di Pasar Lebak Jelang Idulfitri 2026
Karyawan Freeport Indonesia Santuni 700 Anak Yatim dan Dhuafa di Momen Ramadan
Pemerintah Perketat Pengawasan Harga Pangan Jelang Ramadan dan Lebaran