Gempa M5,7 Guncang Jailolo, BMKG Imbau Warga Waspada

- Kamis, 02 April 2026 | 22:50 WIB
Gempa M5,7 Guncang Jailolo, BMKG Imbau Warga Waspada

JAKARTA – Wilayah Jailolo di Halmahera Barat, Maluku Utara, belum benar-benar tenang. Kamis malam (2/4/2026) lalu, gempa susulan kembali mengguncang kawasan itu. Getarannya cukup kuat, menambah daftar kejadian seismik yang terjadi belakangan ini.

Data dari BMKG mencatat kekuatan gempa kali ini mencapai magnitudo 5,7. Pusatnya ada di laut, dan kedalamannya tergolong dangkal. Menurut analisis, episenternya terletak di koordinat 1,36 Lintang Utara dan 126,45 Bujur Timur. Atau, sekitar 117 kilometer arah Barat Laut dari Jailolo.

“Info Gempa Mag:5.7, 02-Apr-26 21:34:55 WIB, Lok:1.36 LU,126.45 BT (117 km BaratLaut JAILOLO-MALUT), Kedlmn:10 Km,”

Begitu bunyi keterangan resmi BMKG yang dirilis tak lama setelah gempa terjadi. Mereka dengan cepat menyebarkan informasi ini lewat kanal komunikasi resmi. Tujuannya jelas: peringatan dini.

Nah, soal dampaknya, kabar baiknya belum ada laporan resmi tentang kerusakan parah atau korban jiwa. Tim di lapangan masih terus memantau, mengecek titik-titik yang mungkin terdampak. Situasinya masih dalam pemantauan ketat.

Meski begitu, BMKG tetap mengingatkan warga untuk tidak panik. Khususnya bagi mereka yang tinggal di pesisir Halmahera Barat. Kewaspadaan harus tetap dijaga. Gempa susulan masih sangat mungkin terjadi.

Di sisi lain, ada catatan penting dari badan meteorologi itu. Informasi yang mereka rilis mengutamakan kecepatan. Artinya, data masih bisa berubah nantinya, seiring dengan bertambahnya data dari sensor-sensor yang ada.

“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data”.

Jadi, intinya, situasi masih berkembang. Masyarakat diminta tetap tenang, tapi juga sigap. Alam memang lagi aktif-aktifnya di sana.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar