“Memastikan posisi yang diambil Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi dengan siapapun, khususnya dalam waktu dekat dengan Amerika Serikat adalah yang terbaik dan paling menguntungkan untuk Indonesia,” jelas Teddy Indra Wijaya lewat unggahan di Instagramnya.
Menurut Teddy, Presiden juga menekankan satu hal penting. Perundingan ekonomi tidak boleh cuma melihat keuntungan sesaat. Harus ada dampak jangka panjang yang memperkuat fondasi ekonomi dalam negeri.
“Presiden menginginkan perundingan harus sebanyak-banyaknya meningkatkan produktivitas industri dalam negeri serta memperkuat global supply chain atau rantai pasok industri,” ungkapnya.
Selain agenda bilateral dengan Trump, Prabowo juga dijadwalkan menghadiri rapat perdana “Board of Peace” atau Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh pemimpin AS tersebut. Rapat itu rencananya digelar pada 19 Februari mendatang. Jadi, kunjungan ini bukan cuma soal dagang, tapi juga menyentuh isu strategis global lainnya.
Artikel Terkait
Lebih dari 45% Perusahaan Transportasi Rusia Sudah Gunakan AI, Regulasi Masih Tertinggal
Savio Siap Pimpin PSM Makassar Hentikan Tren Buruk di Kandang
72 Siswa Diduga Keracunan Spageti Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta Timur
Halte RPTRA Lenteng Agung Kembali Dipenuhi Sampah, Perilaku Warga Jadi Sorotan