Komitmen itu, sambungnya, adalah perang berkelanjutan. “Kita selalu tetap melaksanakan perang secara terus-menerus terhadap penyalahgunaan peredaran narkoba di Indonesia,” kata Jhonny. Nada suaranya terdengar flat, tapi pesannya jelas: tidak ada ruang untuk kompromi.
Pernyataan ini tentu punya konteks yang kuat. Belakangan, publik dihebohkan dengan kasus yang menjerat Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro. Menanggapi hal itu, Jhonny mengungkapkan bahwa Bareskrim Polri sudah bergerak. Mereka membentuk tim gabungan dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB untuk mendalami kasus tersebut lebih jauh.
Langkah ini disebutnya sebagai bagian dari "preventive strike" atau pencegahan dini. Tujuannya tidak main-main: melindungi masyarakat dari ancaman barang haram itu.
“Sebagai bentuk perlindungan pemerintah kepada masyarakat Indonesia, sejalan dengan perintah dan arahan dari Bapak Presiden Republik Indonesia, khususnya untuk melindungi generasi muda dalam mewujudkan visi Indonesia Emas,” jelas Jhonny.
Jadi, pesannya malam itu rangkap. Di satu sisi, ada upaya internal membersihkan barisan. Di sisi lain, ada ajakan terbuka untuk seluruh elemen masyarakat agar terlibat aktif. Perang melawan narkoba, tampaknya, memang harus dimenangkan dari garis depan bersama-sama.
Artikel Terkait
Megawati Serukan Persatuan Politik Tuntut Keadilan atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Pasangan Muda-Mudi Diguyur Air Warga Usai Ketiduran Berpelukan di Musala Pantai Logending
Pencarian Dua Mahasiswi Terseret Arus di Wira Garden Masih Berlanjut
Kebakaran SPBE di Bekasi Diduga Akibat Kebocoran Gas, 7 Orang Luka dan 19 Rumah Rusak