“Yang pertama adalah pelestarian cagar budaya yang seperti ini,” tuturnya.
Menurutnya, cagar budaya Betawi sebenarnya sangat banyak, sayangnya belum terkelola dengan optimal. Untuk itulah, Pemerintah DKI Jakarta akan turun tangan. Mereka akan memfasilitasi upaya pelestarian ini lewat Dinas Kebudayaan.
“Dan nanti juga saya minta Pak Sekda untuk budaya-budaya Betawi itu secara resmi akan kita bukukan. Supaya dari turun-temurun nantinya semuanya ada pegangan,” tambah Pramono.
Tak cuma soal buku dan cagar budaya. Upaya lain yang akan digenjot adalah pembinaan terhadap berbagai sanggar seni yang ada. Selain itu, Pemprov DKI berencana menyisipkan unsur-unsur Betawi di hampir setiap kegiatan resminya. Langkah ini diharapkan bisa membuat budaya lokal itu tetap hidup dan relevan di tengah derasnya arus modernisasi Ibu Kota.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen