Daryono Mundur dari Direktur Gempa BMKG, Tetap Jadi Pegawai hingga 2026

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 16:55 WIB
Daryono Mundur dari Direktur Gempa BMKG, Tetap Jadi Pegawai hingga 2026

“Insyaallah, hingga nantinya saya memiliki afiliasi institusi yang baru dan kredibel, saya akan tetap konsisten berkontribusi sebagai ahli dan edukator publik di bidang kebencanaan, dengan tetap menjunjung tinggi objektivitas ilmiah, integritas, dan kepentingan keselamatan masyarakat. Demikian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih atas kerja sama, kepercayaan, dan sinergi yang selama ini telah terjalin dengan sangat baik,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Profil dan Perjalanan Karir

Bagi kalangan jurnalis dan masyarakat yang kerap mengikuti perkembangan informasi kebencanaan, nama Daryono sudah tak asing lagi. Selama bertahun-tahun, dialah salah satu narasumber utama yang menjelaskan dengan sabar setiap kejadian gempa, baik yang terjadi di dalam negeri maupun yang mengguncang wilayah lain di dunia. Analisisnya yang mendalam, yang kerap dibagikan langsung kepada wartawan atau melalui akun media sosial pribadinya, menjadi rujukan penting untuk memahami fenomena geologis yang kompleks.

Pria kelahiran Semarang, 21 Februari 1971 ini membangun fondasi keilmuannya dari Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG) angkatan 1993. Jejak pendidikannya berlanjut dengan meraih gelar sarjana dari Universitas Indonesia (2000), magister dari Universitas Udayana (2002), dan puncaknya adalah gelar doktor Ilmu Geografi dari Universitas Gadjah Mada pada 2006.

Perjalanan karirnya di BMKG dimulai dari posisi staf teknis di Bali. Sejak 2005, ia aktif sebagai peneliti geofisika sebelum akhirnya menduduki berbagai jabatan strategis. Pengalaman lapangan dan kedalaman analisisnya kemudian mengantarnya ke puncak dengan diangkat sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami pada tahun 2022, sebuah posisi yang diembannya hingga pengunduran diri ini.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar