Indonesia Desak PBB Selidiki Kematian Tiga Prajurit TNI di Lebanon

- Rabu, 01 April 2026 | 03:45 WIB
Indonesia Desak PBB Selidiki Kematian Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Intan Kw | TVRINews, New York


Indonesia kini mendesak PBB untuk bertindak tegas. Ini menyusul peristiwa tragis di Lebanon, di mana tiga prajurit TNI yang bertugas di bawah bendera misi UNIFIL gugur. Langkah diplomatik pun ditempuh tanpa basa-basi.

Di Markas PBB New York, pada 31 Maret 2026, Wakil Tetap RI Umar Hadi menyuarakan tuntutan itu dengan nada keras. Pertemuan Dewan Keamanan yang membahas situasi Timur Tengah itu menjadi panggungnya.

“Perlu kami tegaskan, yang kami minta adalah penyelidikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, bukan alasan dari Israel,” tegas Umar Hadi.

Pernyataannya jelas. Indonesia menolak segala bentuk pembenaran dari Israel dan menginginkan satu hal: investigasi independen yang dilakukan PBB sendiri. Tak cukup sampai di situ, Indonesia juga meminta Dewan Keamanan untuk terlibat aktif.

“Kami juga meminta Dewan Keamanan untuk terus memantau jalannya penyelidikan dan segera menindaklanjuti hasilnya,” ucapnya.

Di sisi lain, ada tuntutan hukum yang tak kalah penting. Indonesia bersikeras agar para pelaku diadili. “Indonesia juga menuntut agar para pelaku dimintai pertanggungjawaban secara hukum, tidak boleh ada kekebalan hukum yang menjadi kebiasaan,” ujar Hadi tegas. Poin ini penting, mengingat sejarah konflik di sana yang kerabu dibayangi impunitas.

Intinya, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian ini tak boleh diulang. Sama sekali. Dalam kondisi apapun. Itu pesan yang coba disampaikan Jakarta.

Lebih jauh, Indonesia mendesak jaminan konkret dari semua pihak, tak terkecuali Israel, untuk patuh pada hukum internasional. Seruan untuk penghentian serangan dan tindakan agresif lainnya juga dikumandangkan, demi melindungi personel dan aset PBB. Situasi di kawasan yang sudah panas ini, menurut Indonesia, tak boleh lagi diperkeruh.

Semua tuntutan ini, pada akhirnya, adalah bentuk penghormatan. “Tuntutan ini kami sampaikan sebagai bentuk penghormatan mendalam kepada para penjaga perdamaian yang telah gugur, yang kepada mereka Indonesia memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengorbanan mereka demi perdamaian dan keamanan internasional,” pungkas Umar Hadi menutup pernyataannya.


Editor: Redaktur TVRINews

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar