Netanyahu Tegaskan Perang dengan Iran Berlanjut, Abaikan Sinyal Damai dari Teheran

- Rabu, 01 April 2026 | 03:10 WIB
Netanyahu Tegaskan Perang dengan Iran Berlanjut, Abaikan Sinyal Damai dari Teheran

Benjamin Netanyahu tak menunjukkan tanda-tanda mundur. Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi, Perdana Menteri Israel itu dengan tegas menyatakan perang melawan Iran akan terus dilanjutkan. Bahkan, ia menggunakan kata-kata yang lebih keras: pihaknya bertekad untuk "menghancurkan" negara tersebut.

"Kampanye ini belum berakhir," ujarnya, seperti dilaporkan AFP pada Rabu (1/4/2026).

"Kami akan terus menghancurkan rezim teror," lanjut Netanyahu, tanpa tedeng aling-aling.

Pernyataannya itu muncul di waktu yang cukup menarik. Hanya selang beberapa saat sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian sempat mengeluarkan sinyal perdamaian. Pezeshkian bilang, negaranya punya "kemauan yang diperlukan" untuk mengakhiri permusuhan dengan Israel dan AS. Tapi, ada syaratnya: Iran butuh jaminan kuat bahwa konflik serupa tidak akan terulang di masa depan.

Nah, Netanyahu justru bicara lain. Menjelang perayaan Paskah Yahudi, ia malah menegaskan tindakan ofensif. "Kami harus bertindak, dan kami telah bertindak," katanya dengan nada percaya diri.

Ia bahkan merasa Israel sudah mencapai sesuatu yang signifikan. "Kami tetap teguh dalam misi ini dan kami telah mengubah wajah Timur Tengah," klaim Netanyahu. Menurutnya, meski pertempuran masih berkecamuk, posisi Israel kini sudah kuat sebagai kekuatan regional yang diperhitungkan.

Di sisi lain, tidak semua orang di dalam negeri sepakat dengan sang pemimpin. Yair Lapid, kepala partai oposisi Yesh Atid, langsung menyoroti pidato Netanyahu itu.

"Netanyahu menyampaikan pidato arogan untuk kesekian kalinya yang mengatakan, 'Saya telah mengubah Timur Tengah'," cibir Lapid, tak menyembunyikan kekesalannya.

Dengan nada sinis, ia menambahkan, "Anda hampir mengubah Timur Tengah; pada akhirnya selalu terbukti bahwa Timur Tengah belum berubah." Kritik itu seperti ingin mengingatkan bahwa situasi sebenarnya mungkin tak semanis yang digambarkan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar