Seluruhnya dibawa ke Satpas Jakarta Timur. Di sana, proses pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan.
Menurut Henik, operasi semacam ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di jalanan, sekaligus komitmen Polri untuk menjaga ruang publik agar tetap aman dan tertib bagi semua. "Kami tidak akan memberi ruang bagi aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban, terlebih yang meresahkan warga," tegasnya. Patroli semacam ini, lanjut dia, akan terus digelar secara konsisten.
Di sisi lain, upaya pencegahan membutuhkan kerja sama. Kolaborasi antar unsur kepolisian diharapkan bisa menekan angka pelanggaran dan kejahatan jalanan, terutama di jam-jam rawan seperti malam hingga dini hari.
Polri juga mengajak masyarakat untuk turut serta. Peran aktif warga dalam menjaga lingkungan sekitar dinilai sangat krusial.
"Kami imbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan melalui Call Center 110 yang siaga 24 jam," pungkas Henik. Langkah kecil itu, menurutnya, penting untuk memastikan Jakarta Timur tetap kondusif.
Artikel Terkait
Bareskrim Ungkap Perdagangan Emas Ilegal Senilai Rp 25,9 Triliun dari Kalbar hingga Papua
PATRIA Undang Dirjen Bimas Katolik dan Presiden untuk Pelantikan dan Refleksi Nasional
Pemerintah Batasi Pembelian Solar dan Pertalite Maksimal 50 Liter per Hari
Anggota DPR Apresiasi Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran 2026