Jumat malam kemarin, suasana di Jakarta Timur sedikit berbeda. Bukan hanya lalu lintas biasa, tapi juga iring-iringan kendaraan patroli Brimob dan Satgas Anti Tawuran Polres Metro Jakarta Timur yang berkeliling. Mereka menggelar operasi berskala besar, sebuah langkah antisipasi untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.
Kegiatan ini, yang berlangsung hingga Sabtu dini hari, diawali dengan rapat koordinasi. Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nur Rizal, langsung memimpin rapat gabungan tersebut sebelum tim diterjunkan ke lapangan.
Kombes Henik Maryanto, selaku Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, memberikan penjelasan kepada awak media.
"Patroli gabungan tersebut menyasar kawasan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi, mulai dari lokasi yang kerap terjadi tawuran, jalur rawan kejahatan jalanan, hingga ruas jalan yang sering dimanfaatkan untuk aksi balap liar," kata Henik, Sabtu (14/2/2026).
Dan hasilnya cukup konkret. Di Jalan Paus, Rawamangun, tim berhasil menggagalkan sebuah rencana. Mereka mengamankan sekelompok orang yang diduga sedang bersiap untuk balap liar. Beberapa motor yang akan dipakai pun ikut diamankan.
"Aparat kemudian melakukan penindakan dengan mengamankan sejumlah pihak beserta enam unit sepeda motor yang berada di lokasi," ucap Henik.
Seluruhnya dibawa ke Satpas Jakarta Timur. Di sana, proses pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan.
Menurut Henik, operasi semacam ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di jalanan, sekaligus komitmen Polri untuk menjaga ruang publik agar tetap aman dan tertib bagi semua. "Kami tidak akan memberi ruang bagi aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban, terlebih yang meresahkan warga," tegasnya. Patroli semacam ini, lanjut dia, akan terus digelar secara konsisten.
Di sisi lain, upaya pencegahan membutuhkan kerja sama. Kolaborasi antar unsur kepolisian diharapkan bisa menekan angka pelanggaran dan kejahatan jalanan, terutama di jam-jam rawan seperti malam hingga dini hari.
Polri juga mengajak masyarakat untuk turut serta. Peran aktif warga dalam menjaga lingkungan sekitar dinilai sangat krusial.
"Kami imbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan melalui Call Center 110 yang siaga 24 jam," pungkas Henik. Langkah kecil itu, menurutnya, penting untuk memastikan Jakarta Timur tetap kondusif.
Artikel Terkait
PBSI Uji Coba Atlet Rangkap, Apriyani dan Lanny Tampil di Dua Nomor
Menko Zulhas Ungkap 27 Perintah Prabowo, Fokus pada Program Makan Bergizi Gratis
Wapres Maruf Amin Dukung Wacana Kembalikan UU KPK ke Versi Lama
Dua Ton Sampah Berhasil Dikeluarkan dari Sungai Kelingi dalam Aksi Bersih-Bersih