MURIANETWORK.COM - Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Lubuklinggau bersama sejumlah pihak baru saja menggelar aksi bersih-bersih di Sungai Kelingi, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Dalam kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (18/11/2023) pagi itu, sebanyak dua ton sampah berhasil dikeluarkan dari aliran sungai. Aksi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah, menandai komitmen bersama untuk memperbaiki kondisi lingkungan setempat.
Kolaborasi Multi Pihak dalam Aksi Nyata
Suasana pagi di bantaran Sungai Kelingi terlihat berbeda dari biasanya. Ratusan peserta yang terdiri dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Basarnas, aparatur kecamatan dan kelurahan, pelajar OSIS, mahasiswa, komunitas lingkungan, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) tampak bersemangat memulai aktivitas. Sebelum turun ke sungai, kegiatan diawali dengan simbolis penanaman pohon yang dilakukan bersama Pemerintah Kota Lubuklinggau, sebuah langkah awal untuk mengembalikan ekosistem riparian.
Setelah itu, perhatian dialihkan ke badan sungai. Tiga unit perahu karet dikerahkan untuk menyusuri dan membersihkan aliran sepanjang 500 meter. Dari pukul 07.00 hingga 11.00 WIB, para relawan bekerja sama mengangkat berbagai jenis sampah yang mengendap dan hanyut. Sampah-sampah yang terkumpul kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik besar sebelum akhirnya diangkut menggunakan truk yang telah disiagakan.
Inisiatif Perusahaan untuk Lingkungan Berkelanjutan
Di balik terselenggaranya kegiatan berskala cukup besar ini, terdapat inisiatif dari Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Lubuklinggau. Manajemen perusahaan menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan dukungan nyata terhadap program pemerintah di bidang pengelolaan sampah.
Fuel Terminal Manager Pertamina Patra Niaga Lubuklinggau, Wawan Prabawa, menjelaskan motivasi di balik kegiatan tersebut. “Kami menginisiasi kegiatan susur sampah di area lingkungan Sungai Kelingi sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan,” tuturnya.
Wawan tidak berhenti di situ. Ia menyampaikan harapan agar upaya positif ini tidak hanya bersifat seremonial belaka. “Harapannya tidak hanya di 500 meter wilayah ini, tetapi bisa berkelanjutan di seluruh kawasan kota agar Lubuklinggau semakin bersih dan sehat,” tambahnya dengan penuh keyakinan.
Ia juga menyelipkan pesan kehati-hatian bagi masyarakat luas. Menurutnya, kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai, akan membawa dampak buruk yang terasa dalam jangka panjang, baik bagi ekologi maupun kesehatan masyarakat di hilir.
Dukungan dan Harapan dari Peserta
Antusiasme terlihat dari para peserta yang terlibat langsung. Zikri, salah seorang relawan, mengaku sangat mengapresiasi langkah yang diambil Pertamina. Baginya, kegiatan semacam ini memiliki nilai edukasi yang kuat bagi warga sekitar.
“Lingkungan yang sehat hanya bisa tercipta dari kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan. Semoga kegiatan ini meningkatkan kepedulian masyarakat,” ungkap Zikri, mewakili perasaan banyak peserta.
Dengan terkumpulnya dua ton sampah dalam sekali aksi, terlihat betapa besar pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan. Namun, momentum kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi gerakan yang lebih masif dan berkelanjutan. Tujuannya jelas: membangun budaya peduli lingkungan yang mengakar di tengah masyarakat Lubuklinggau, dimulai dari tepian Sungai Kelingi.
Artikel Terkait
Presiden Klaim Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Konsumsi dan Ekonomi Akar Rumput
Profesional Logistik Indonesia Yukki Nugrahawan Raih Gelar Tertinggi dan Duduki Dewan Penasihat CILT Global
Kapolri Apresiasi Ribuan Banser yang Deklarasikan Dukungan agar Polri Tetap di Bawah Presiden
AMPRO Fight 2026 Sukses Digelar, Jadi Titik Awal Kebangkitan Tinju Profesional Indonesia