AMPRO Fight 2026 Sukses Digelar, Jadi Titik Awal Kebangkitan Tinju Profesional Indonesia

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:15 WIB
AMPRO Fight 2026 Sukses Digelar, Jadi Titik Awal Kebangkitan Tinju Profesional Indonesia

MURIANETWORK.COM - Geliat tinju profesional Indonesia kembali terasa setelah ajang Amateur Professional Boxing (AMPRO) Fight 2026 sukses digelar di Kompleks LPP TVRI, Senayan, Jakarta, Jumat (13/2/2026) malam. Sebanyak sembilan partai, yang terdiri dari enam laga amatir dan tiga laga profesional, dipertandingkan dalam acara yang diharapkan menjadi titik awal kebangkitan olahraga tinju tanah air setelah sekian lama vakum.

Duel Sengit Perebutan Sabuk Emas

Suasana malam itu memuncak pada partai penutup yang mempertemukan Tinus Logo melawan Petrus Lemba. Sabuk Emas Gubernur Jakarta menjadi rebutan dalam laga yang berlangsung sengit sejak ronde pertama. Kedua petinju saling menyerang tanpa tedeng aling-aling, menciptakan jual-beli pukulan yang menghibur penonton hingga bel akhir berbunyi.

Setelah melalui pertarungan ketat, dewan juri akhirnya menetapkan Tinus Logo sebagai pemenang. Momen penyerahan sabuk oleh dua legenda tinju, Daud Yordan dan M. Rahmat, pun menjadi sorotan kamera dan sorak-sorai penonton yang memadati arena.

Komitmen Transparansi dan Keselamatan Atlet

Di balik kemeriahan ring, penyelenggara menekankan komitmen untuk mengembalikan marwah tinju profesional dengan tata kelola yang baik. Promotor acara, Victoria Novianti Wijaya, dengan tegas menyatakan bahwa standar profesional menjadi prioritas utama.

“Semua standar profesional sudah kami jalankan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembayaran hak atlet, hingga asuransi. Ini bukan sekadar pertandingan, tapi komitmen membangun kembali tinju,” tegasnya.

Victoria menambahkan bahwa seluruh hak atlet telah dipenuhi sebelum pertandingan. Ia juga menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk menyempurnakan seri-seri AMPRO Fight berikutnya.

“Kami review kekurangan dan kelebihan. Tujuannya agar kualitas event ke depan semakin baik dan terukur,” lanjutnya.

Membangun Ekosistem dan Jenjang Karier

Dukungan terhadap ajang ini juga datang dari kalangan militer yang terlibat dalam kepanitiaan. Ketua Pelaksana AMPRO Fight, Letkol Inf G. Borlak, melihat event ini sebagai momentum penting untuk menghidupkan kembali ekosistem tinju nasional.

“Kami ingin tinju tidak lagi vakum. Dari empat ronde, enam, delapan hingga sepuluh ronde, ini kami siapkan untuk melahirkan juara nasional,” ujarnya.

Borlak menjelaskan, sistem berjenjang yang dirancang bertujuan untuk membawa petinju terbaik ke kompetisi tingkat Asia Pasifik. Fondasinya, menurut dia, adalah transparansi penilaian dan pemenuhan hak atlet untuk membangun kepercayaan semua pihak.

Dukungan dari KONI dan LPP TVRI

Penyelenggaraan AMPRO Fight mendapat apresiasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Andrie Soetarno, berharap ajang ini dapat menjadi batu pijakan bagi lahirnya petinju berkelas internasional.

“Event ini sangat sejalan dengan pembinaan prestasi. Kita tahu PON digelar empat tahun sekali, terakhir 2024 dan berikutnya 2028,” ungkap Andrie.

Sementara itu, sebagai mitra siaran, LPP TVRI menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan olahraga melalui siaran publik. Direktur Program dan Berita LPP TVRI, Arif Adi Kuswardono, meyakini tayangan langsung semacam ini dapat membangkitkan minat masyarakat.

“Kami sebagai lembaga penyiaran publik mendukung penuh. Siaran olahraga bisa menginspirasi dan membangun ekosistem olahraga,” kata Arif.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan berakhirnya seri perdana yang diwarnai penampilan impresif sejumlah petinju muda, AMPRO Fight 2026 telah meletakkan harapan baru. Rencananya, ajang ini akan menjadi pertandingan berkelanjutan. Evaluasi yang sedang dilakukan ditujukan untuk meningkatkan kualitas secara bertahap, membuka jalan bagi tinju Indonesia untuk kembali bersinar, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di kancah yang lebih luas.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar