Suasana di Discovery Hotel Bali cukup ramai pagi ini. Ketua Umum DPP PPP, Muhamad Mardiono, membuka langsung Bimbingan Teknis Nasional Fraksi partainya. Dalam sambutannya, Mardiono tak cuma bicara prosedur. Dia menyampaikan optimisme yang cukup besar: targetnya mengembalikan perolehan kursi PPP di parlemen.
Menurutnya, Bimtek ini bukan sekadar acara formal. Ini forum strategis. Titik temu untuk menyelaraskan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus menyatukan arah perjuangan partai. "Bimtek ini untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah agar efisien dan sejalan dengan arah serta tujuan kebijakan," jelas Mardiono lewat keterangan tertulis, Sabtu (14/2/2026).
Di sisi lain, ada agenda lain yang tak kalah penting.
"Di bidang politik, kita menyatukan persepsi arah perjuangan partai," ujarnya.
Tugas kader partai, tegas Mardiono, haruslah membawa aspirasi rakyat. Penyamaan persepsi ini sekaligus jadi bagian dari konsolidasi internal PPP. Persiapan menghadapi Pemilu 2029 sudah dimulai dari sekarang.
"Yang terakhir, ini untuk menyatukan arah perjuangan menuju Pemilu 2029. Tiga hal itu menjadi agenda penting Bimtek," tuturnya.
Agenda seperti ini sebenarnya rutin, digelar tiga kali setahun. Tujuannya jelas: mencegah ketidaksinkronan. Baik antar level pemerintahan, maupun dalam kebijakan politik partai sendiri. Namun begitu, Bimtek kali ini terasa punya nuansa berbeda. Semangatnya lebih menggebu.
Mardiono pun bicara target secara gamblang.
"Kita ingin mengembalikan kursi seperti yang kita raih pada 2014," katanya tanpa basa-basi.
Secara khusus, angka 39 kursi di DPR RI menjadi sasaran. Pencapaian di Pemilu 2014 itu ingin diulang kembali. Mardiono mengakui, jalan menuju sana tidak mudah. "Berat memang, tetapi akan kita lakukan semaksimal mungkin. Bimtek ini menjadi miqot kita untuk berangkat kembali," pungkasnya penuh keyakinan.
Acara ini diikuti seluruh anggota Fraksi PPP dari DPRD Provinsi hingga Kabupaten/Kota se-Indonesia. Sebelumnya, partai berlambang ka'bah ini sudah menggelar Mukernas di Makassar, 11-12 Februari lalu. Rangkaian konsolidasi ini, tampaknya, adalah langkah pertama dalam lomba panjang menuju 2029.
Artikel Terkait
Maruf Amin Tegaskan Dukungan untuk Palestina Syarat Utama Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace
Koperasi Desa Dijadikan Ujung Tombak Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Purworejo
Kemenkop UKM Buka Pendaftaran Business Assistant 2026 untuk Dampingi Koperasi Desa
Titiek Soeharto Apresiasi Bantuan dan Pembangunan Jembatan Polri untuk Korban Bencana Sumatera