MURIANETWORK.COM - PSM Makassar menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas PSBS Biak pada pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026, Minggu (8/2/2026). Laga di Stadion Maguwoharjo ini menjadi ajang pembuktian bagi tim asal Sulawesi Selatan yang sedang terpuruk, dengan catatan tujuh laga terakhir tanpa kemenangan. Tekanan untuk segera bangkit semakin tinggi dengan kedatangan dua pemain asing baru, Dusan Lagator dan Sheriddin Boboev, yang langsung digodok dalam latihan intensif jelang pertandingan.
Latihan Khusus untuk Amunisi Segar
Waktu adaptasi yang sangat terbatas tidak menyurutkan ambisi PSM untuk segera memanfaatkan dua rekrutan anyarnya. Dusan Lagator, bek asal Montenegro, dan Sheriddin Boboev, penyerang Tajikistan, langsung menjalani sesi latihan khusus dengan porsi berat sejak tiba. Fokusnya jelas: mempercepat pemahaman taktik, pola permainan, dan chemistry dengan rekan setim. Pelatih Tomas Trucha sepertinya serius mempertimbangkan untuk menurunkan keduanya, meski komposisi final masih dirahasiakan.
Dalam konferensi pers, Trucha menyampaikan sikap hormatnya kepada lawan. "Kami tetap respek kepada PSBS. Kami akan berjuang untuk meraih poin penuh di luar kandang," ujarnya. Meski pernyataannya terdengar standar, intensitas latihan yang dijalani para pemain baru mengisyaratkan persiapan yang lebih dari sekadar formalitas.
PSBS di Kandang Sementara Tanpa Satu Pilar
Di seberang lapangan, PSBS Biak juga tidak datang dengan mental underdog. Di bawah asuhan caretaker Kahudi Wahyu Widodo, tim asal Papua itu memastikan kesiapan fisik dan taktik. Kekuatan dalam hal jumlah pemain memungkinkan mereka melakukan rotasi. Namun, mereka harus berjibaku tanpa bek Nurhidayat yang terkena akumulasi kartu. Ketidakhadiran pilar belakang itu berpotensi menjadi celah yang akan dieksploitasi oleh lini serang PSM, terutama di stadion Maguwoharjo yang atmosfer kompetitifnya tetap terjaga meski hanya menjadi kandang sementara.
Dilema Seleksi Pemain Asing
Kedatangan Lagator dan Boboev justru memunculkan teka-teki taktis lain bagi Tomas Trucha. Saat ini, skuad PSM dihuni oleh 11 pemain asing, sementara regulasi liga hanya mengizinkan sembilan nama dalam daftar susunan pemain. Artinya, dua pemain harus ditinggalkan. Keputusan ini tidak sederhana dan akan sangat mencerminkan strategi pelatih asal Ceko tersebut.
Apakah Lagator langsung dipercaya mengisi jantung pertahanan? Apakah Boboev menjadi solusi kebuntuan lini depan? Atau Trucha memilih pendekatan konservatif demi stabilitas? Pilihan-pilihan ini akan menentukan apakah PSM memilih jalan berisiko untuk perubahan atau bermain aman di tengah tekanan.
Pertaruhan untuk Mengubah Narasi
Laga di Sleman ini lebih dari sekadar perebutan tiga poin. Bagi PSM, ini adalah pertaruhan untuk mengubah narasi musim yang mulai suram. Kemenangan, apalagi dengan kontribusi signifikan dari pemain baru, bisa menjadi momentum balik yang sangat dibutuhkan. Sebaliknya, kegagalan meraih poin penuh akan memperbesar tekanan dan pertanyaan seputar arah tim.
Maka, sorotan tidak hanya tertuju pada hasil akhir, tetapi juga pada keputusan taktis Trucha dan kemampuan dua pendatang baru untuk langsung beradaptasi. Di Maguwoharjo nanti, jawaban atas semua teka-teki itu akan mulai terungkap.
Artikel Terkait
PSM Makassar Hadapi Laga Penentu Nasib di Sleman Lawan PSBS Biak
Dortmund Amankan Posisi Kedua Usai Tekuk Wolfsburg
Lens Geser PSG dari Puncak Klasemen Usai Kalahkan Rennes
Napoli Raih Kemenangan Dramatis Atas Genoa, Perburuan Gelar Tetap Terbuka