Kapolri Apresiasi Ribuan Banser yang Deklarasikan Dukungan agar Polri Tetap di Bawah Presiden

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:20 WIB
Kapolri Apresiasi Ribuan Banser yang Deklarasikan Dukungan agar Polri Tetap di Bawah Presiden

MURIANETWORK.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri dan membuka apel besar anggota Banser yang digelar Pengurus Pusat GP Ansor di Yogyakarta, Sabtu (14 Februari 2026). Dalam kesempatan itu, ribuan anggota organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama tersebut mendeklarasikan dukungan agar institusi Polri tetap berada di bawah presiden. Apel yang berlangsung dari pagi hingga siang ini juga menjadi bagian dari serangkaian kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas kader.

Sinergi Menjaga Stabilitas Bangsa

Kegiatan yang dipusatkan di SPN Selopamioro Polda DIY itu diikuti oleh sekitar 5.000 anggota Banser yang datang dari berbagai daerah, seperti DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kerumunan peserta yang tertib menciptakan panorama yang penuh semangat di area latihan. Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif penyelenggaraan pelatihan, yang ia nilai penting untuk membangun kedisiplinan dan kualitas sumber daya manusia.

Ia juga menyinggung secara khusus sejarah panjang dan dedikasi Banser, Ansor, serta Nahdlatul Ulama dalam perjuangan bangsa.

"Saya apresiasi atas perjuangan Banser, Ansor, dan NU atas dedikasi dalam merebut dan memperjuangkan kemerdekaan. Saya harap kita bisa menjaga kemerdekaan dan meraih cita-cita bangsa Indonesia," tutur Kapolri.

Menghadapi Dinamika Global dan Tantangan Nasional

Lebih lanjut, Kapolri mengingatkan seluruh hadirin tentang dinamika global yang memanas dan potensi dampaknya terhadap keamanan dalam negeri. Menjaga stabilitas nasional, menurutnya, adalah tugas kolektif seluruh komponen bangsa. Ia menekankan bahwa posisi strategis Indonesia menuntut peran aktif dalam upaya menciptakan perdamaian dunia.

"Indonesia harus berperan aktif ikut menjaga situasi global agar tetap aman, stabil, dan damai. Sebagai bangsa besar dengan posisi strategis di kawasan Asia Tenggara, Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk turut serta menciptakan perdamaian dunia," jelasnya.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar