MURIANETWORK.COM - Yukki Nugrahawan Hanafi, seorang profesional logistik Indonesia dengan pengalaman hampir tiga dekade, baru saja menerima pengakuan tertinggi dari lembaga global The Chartered Institute of Logistics and Transport (CILT). Ia dianugerahi gelar Chartered Fellowship (FCILT) sekaligus ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat organisasi tersebut. Penunjukan ini menegaskan posisinya sebagai salah satu pemikir strategis di kancah logistik internasional.
Rekam Jejak yang Diakui Secara Global
Pengangkatan Yukki Nugrahawan Hanafi bukanlah keputusan yang sembarangan. Langkah ini didasarkan pada rekam jejaknya yang solid selama hampir 30 tahun sebagai pelaku usaha di bidang logistik dan rantai pasok di Indonesia. Namanya juga dikenal luas melalui berbagai kepemimpinan organisasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ia pernah memegang tampuk kepemimpinan sebagai Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) selama sembilan tahun, dari 2014 hingga 2023. Tak hanya itu, ia juga pernah menjabat sebagai Chairman ASEAN Federation of Forwarders Associations (AFFA) dan saat ini mengemban peran sebagai Senior Vice President di International Federation of Freight Forwarders Associations (FIATA).
Nilai Tambah bagi Pengembangan SDM Logistik
President CILT Indonesia, Iman Gandi Mihardja, menyambut baik masuknya Yukki ke dalam struktur dewan penasihat. Menurutnya, keahlian dan pengalaman praktis yang dibawa Yukki merupakan aset berharga.
“Sebagai ahli dalam bidang logistik dan rantai pasok dengan pengalaman hampir 30 tahun sebagai pelaku usaha dan pemimpin organisasi, bergabungnya Yukki Nugrahawan Hanafi menjadi nilai tambah bagi CILT untuk bertumbuh dalam jangka panjang dalam meningkatkan kualitas SDM logistik yang mumpuni, khususnya di Indonesia,” jelas Iman Gandi Mihardja.
Mengenal CILT dan Gelar Chartered Fellowship
The Chartered Institute of Logistics and Transport sendiri merupakan lembaga profesional global yang berfokus pada advokasi, edukasi, dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor logistik. Berdiri sejak 1919 di London, jaringan CILT kini mencakup lebih dari 30 negara dengan puluhan ribu anggota.
Artikel Terkait
Indonesia Desak PBB Selidiki Kematian Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Kemnaker Tegaskan Aturan Kerja di Hari Libur dan Hak Upah Lembur Pekerja
Netanyahu Tegaskan Perang dengan Iran Berlanjut, Abaikan Sinyal Damai dari Teheran
UNTR Gelar Buyback Saham Senilai Rp 2 Triliun untuk Dukung Stabilitas Pasar