Besi Pembatas Trotoar di Serpong Dipotong Usai Viral, Pejalan Kaki Kembali Bisa Melintas

- Kamis, 04 Juni 2026 | 14:30 WIB
Besi Pembatas Trotoar di Serpong Dipotong Usai Viral, Pejalan Kaki Kembali Bisa Melintas

Besi pembatas yang sebelumnya melintang di atas trotoar di kawasan Ruko Golden Vienna, Serpong, Tangerang Selatan, akhirnya dipotong setelah videonya viral di media sosial. Kini, jalur pejalan kaki di lokasi tersebut kembali terbuka dan dapat dilintasi tanpa hambatan.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (4/6/2026), batang besi yang sempat membentang di atas trotoar sudah tidak lagi menghalangi ruang gerak pejalan kaki. Area yang sebelumnya terkesan sempit kini terlihat lebih lega dan nyaman untuk dilalui.

Haqqi (40), sekuriti setempat, mengungkapkan bahwa pemasangan pembatas tersebut dilakukan secara bertahap sejak awal Mei 2026 atau sekitar satu bulan lalu. Menurutnya, besi itu awalnya dipasang memanjang sebagai bagian dari upaya penataan akses kendaraan menuju area parkir.

“Ini bertahap sih. Kira-kira sudah dari sebulan yang lalu,” ujar Haqqi saat ditemui di lokasi, Kamis.

Namun, respons publik berubah drastis setelah sebuah video yang memperlihatkan besi melintang di atas trotoar menyebar luas di media sosial. Haqqi mengatakan, pihak pengelola langsung mengambil tindakan setelah video tersebut ramai diperbincangkan.

“Itu kan video kalau enggak salah tanggal 1 Juni 2026, besoknya langsung kita potong,” kata Haqqi.

Ia menjelaskan, pembatas itu sejatinya dirancang untuk mengatur lalu lintas kendaraan yang keluar-masuk area parkir. Ke depan, pengelola juga berencana menerapkan sistem kartu bagi kendaraan yang hendak memasuki kawasan ruko tersebut. Meski demikian, Haqqi menegaskan bahwa akses tersebut tetap gratis.

“Nanti kendaraan masuk di sana ambil kartu, keluarnya di sini. Tapi tetap gratis,” jelas dia.

Di sisi lain, pemasangan pembatas juga dilatarbelakangi oleh meningkatnya kekhawatiran akan keamanan. Haqqi menyebutkan, dalam beberapa bulan terakhir terjadi sejumlah kasus kehilangan dan percobaan pencurian sepeda motor di sekitar kawasan ruko. Salah satu insiden terakhir terjadi sekitar dua bulan lalu, di mana seorang pelaku sempat dikejar oleh petugas keamanan setelah berhasil membobol kendaraan.

“Terakhir di sini kejadian sempat dikejar sama sekuriti, malingnya. Motornya sudah dibobol. Itu kira-kira dua bulan yang lalu,” ucap Haqqi.

Meski memiliki tujuan tertentu, ia mengakui bahwa keberadaan pembatas tersebut memicu gelombang kritik dari masyarakat setelah videonya tersebar luas. Menanggapi hal itu, pihak pengelola telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, khususnya Satpol PP, untuk menjelaskan maksud dan tujuan pemasangan.

“Saya sudah koordinasi sama Satpol PP. Tujuannya sih itu, karena di media yang berkomentar bahasanya area ini (trotoar) yang kita pakai untuk parkir. Sebenarnya enggak,” kata Haqqi.

Haqqi menegaskan bahwa trotoar tersebut tidak digunakan sebagai tempat parkir, melainkan hanya sebagai akses bagi kendaraan menuju area parkir yang dikelola oleh paguyuban setempat. Setelah pembatas dipotong, akses trotoar kini kembali berfungsi sebagaimana mestinya, dan pejalan kaki dapat melintas tanpa harus memutar jalan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar