Militer Amerika Serikat dilaporkan telah menyusun sejumlah rencana darurat untuk mengamankan material nuklir Iran jika kesepakatan antara Washington dan Teheran akhirnya tercapai. Rencana tersebut, menurut laporan CBS News yang mengutip sejumlah pejabat AS, mencakup berbagai skenario yang memungkinkan pasukan Amerika mendukung Departemen Energi dalam mengamankan dan memindahkan persediaan uranium yang diperkaya milik Iran.
Para perencana di Pentagon telah mengkaji skenario yang melibatkan pengerahan pasukan AS di sejumlah wilayah Timur Tengah guna mendukung operasi respons cepat. Dalam skenario tersebut, tim khusus Departemen Energi AS, termasuk Nuclear Emergency Support Team (NEST), akan memasuki Iran bersama pasukan operasi khusus Amerika Serikat dan personel dari Komando Ke-20 Penanganan Ancaman Kimia, Biologi, Radiologi, Nuklir, dan Bahan Peledak (20th CBRNE Command).
Laporan itu muncul di tengah indikasi bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran semakin dekat. Seorang pejabat senior pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan kepada wartawan pada Jumat bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran berpeluang tercapai dalam beberapa hari ke depan.
Menurut pejabat tersebut, perjanjian yang sedang dibahas mencakup pembongkaran program nuklir Iran serta pengambilalihan material uranium yang telah diperkaya oleh Amerika Serikat. Ia menjelaskan bahwa kesepakatan itu mengatur agar uranium yang telah diperkaya dihancurkan terlebih dahulu di wilayah Iran sebelum kemudian dipindahkan ke luar negeri.
Artikel Terkait
Ancol Gratis untuk Warga Jakarta pada 22, 27, dan 28 Juni 2026 Sambut HUT ke-499
Polisi Tetapkan Pemuda Bawa Bom Molotov di Aksi DPR sebagai Tersangka
217 Jiwa di Kampung Parakan Muncang, Bogor, Alami Kekeringan Akibat Curah Hujan Menurun
Penggagas AON Jambi Bantah Ojol Jadi Mata-mata Polri, Tegaskan Hubungan Kemitraan Kemanusiaan