Facial Terlalu Sering? Ahli Ingatkan Risiko Rusaknya Skin Barrier

- Minggu, 25 Januari 2026 | 22:30 WIB
Facial Terlalu Sering? Ahli Ingatkan Risiko Rusaknya Skin Barrier

Kulit terasa segar, lembap, dan glowing setelah facial. Makanya, nggak heran kalau banyak yang bikin perawatan ini jadi ritual wajib. Tapi, jangan sampai kalap. Ada batasan seberapa sering kita boleh melakukannya.

Menurut dr. Anetta Reszko, seorang dermatolog asal Amerika Serikat, kulit punya siklus alami yang harus dihormati.

“Sel kulit kita itu beregenerasi kira-kira setiap empat minggu sekali,” jelasnya.

“Kalau facial dilakukan terlalu sering, bukannya sehat malah bisa bikin iritasi dan merusak skin barrier.”

Intinya, konsistensi jauh lebih penting daripada frekuensi. Perawatan wajah seharusnya mendukung kerja alami kulit, bukan memaksanya sampai kelelahan.

Facial Itu Apa Sih, Kok Banyak yang Suka?

Pada dasarnya, facial adalah perawatan kulit non-invasif. Biasanya ditangani oleh estetikawan atau dokter kulit. Ritualnya mencakup pembersihan mendalam, eksfoliasi, ekstraksi komedo, sampai pijatan wajah yang menenangkan semua disesuaikan dengan kondisi kulit kamu.

Manfaatnya jelas. Selain bikin kulit cerah instan, facial juga membantu membersihkan pori-pori yang tersumbat, memperbaiki tekstur, dan memaksimalkan produk perawatan harianmu. Karena hasilnya sering langsung kelihatan, facial pun dianggap sebagai solusi cepat buat kulit yang lagi kusam atau bermasalah.

Manfaatnya Banyak, Tapi...

Facial yang tepat memang bisa mengatasi beragam masalah, mulai dari kulit kering, berminyak, sampai yang rentan jerawat. Prosesnya juga membantu melancarkan aliran darah dan mendukung kesehatan kulit secara keseluruhan.

Namun begitu, para ahli tetap mengingatkan. Manfaat yang banyak itu bukan lampu hijau untuk melakukan facial seminggu sekali. Kulit tetap butuh jeda untuk pulih dan memperkuat lagi pertahanan alaminya usai ‘dikerjai’.

Lalu, Seberapa Sering yang Ideal?

Nah, ini patokan umumnya. Mengacu pada siklus regenerasi kulit, kebanyakan dermatolog menyarankan facial dilakukan setiap empat sampai enam minggu sekali. Jarak ini dianggap aman untuk menjaga hasil tanpa membebani kulit.

Bayangkan kalau terlalu sering, apalagi dalam jarak kurang dari sebulan. Skin barrier bisa melemah. Ujung-ujungnya, kulit malah jadi sensitif, gampang kemerahan, dan rawan breakout. Rugi kan?

Jenis Facial Berbeda, Jadwalnya Juga Beda

Perlu diingat, tidak semua facial punya aturan pakai yang sama. Facial dasar seperti hidrasi biasanya aman dilakukan sebulan sekali. Sementara untuk facial yang melibatkan chemical peel, jaraknya perlu lebih panjang, sekitar dua hingga tiga bulan sekali.

Kalau facial khusus jerawat, bisa saja jadwalnya lebih rutin atas rekomendasi dokter. Intinya sih, sesuaikan dengan kebutuhan kulitmu sendiri, jangan cuma ikut-ikutan tren.

Jangan Lupa, Konsultasi Dulu!

Ini poin krusial yang sering dilewatkan. Tidak semua jenis facial cocok untuk semua orang. Makanya, penting banget buat konsultasi dan analisis kulit dulu dengan profesional.

Dengan begitu, kamu bisa dapat rekomendasi perawatan yang pas, baik jenis maupun jadwalnya. Facial yang tepat di waktu yang tepat akan bikin kulit sehat dan seimbang. Sebaliknya, asal coba-coba tanpa panduan malah bisa bikin masalah baru yang nggak perlu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar