Serangan udara Israel kembali menghantam wilayah selatan Lebanon pada Sabtu (13/6), menargetkan sejumlah daerah termasuk desa Rihan dan Sujud yang berjarak tidak jauh dari kota Nabatieh. Media pemerintah Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan insiden ini sebagai eskalasi terbaru di tengah ketegangan yang masih membara antara Israel dan kelompok militan Hizbullah.
Sebelum serangan dilancarkan, militer Israel telah mengeluarkan peringatan tegas kepada warga sipil. Penduduk di sekitar 20 kota dan desa, terutama yang berada di dekat Nabatieh, diminta untuk segera mengungsi. Langkah ini diambil meskipun secara resmi gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah masih berlaku.
Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, dalam unggahan berbahasa Arab di media sosial X, menyampaikan imbauan evakuasi secara langsung.
“Demi keselamatan Anda, Anda harus segera mengungsi dari rumah Anda dan pindah ke utara Sungai Zahrani,” tulis Adraee.
Ia juga menambahkan peringatan keras bahwa siapa pun yang berada di sekitar instalasi atau sarana perang Hizbullah telah membahayakan nyawa mereka sendiri. Pihak Israel menuding gerakan milisi yang didukung Iran itu telah melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Konflik antara Israel dan Hizbullah sendiri telah berlangsung sejak awal Maret. Saat itu, kelompok tersebut menyeret Lebanon ke dalam pusaran perang Timur Tengah dengan melancarkan serangan roket ke wilayah Israel. Hizbullah mengklaim aksi tersebut merupakan bentuk pembalasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang mereka tuduh dilakukan dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Artikel Terkait
217 Jiwa di Kampung Parakan Muncang, Bogor, Alami Kekeringan Akibat Curah Hujan Menurun
Penggagas AON Jambi Bantah Ojol Jadi Mata-mata Polri, Tegaskan Hubungan Kemitraan Kemanusiaan
Komnas PA Nilai Perundungan Bocah 6 Tahun di Taman Kramat Pulo Sudah Masuk Kategori Kriminal
Tony Robbins Menangis Saat Bertemu Prabowo, Terharu dengan Komitmen Program Makan Bergizi Gratis