Asap hitam pekat yang membubung dari pabrik pestisida di Tangsel pekan lalu ternyata meninggalkan duka yang lebih dalam. Aliran Sungai Cisadane, yang membelah Tangerang Raya, kini tercemar. Dampaknya langsung terlihat: puluhan ikan mati mengambang di permukaan air yang keruh.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang pun tak tinggal diam. Mereka segera mengeluarkan imbauan keras agar warga tidak mengonsumsi ikan dari sungai itu untuk sementara waktu. Peringatan itu jelas bukan tanpa alasan.
Namun begitu, imbauan resmi itu telat datang bagi sebagian orang. Sebelum kabar resmi beredar, sudah ada warga yang memunguti ikan-ikan itu. Seperti Roni, seorang warga berusia 52 tahun yang ditemui di bantaran Cisadane, Kota Tangerang, Jumat (13/2/2026).
“Awal belum ada imbauan, gua mah dimakan aja biasa emang rasa gimana, akhirnya ada bau-bau solar,” ujarnya.
Roni menceritakan, ia sempat memasak dan mencoba memakan ikan hasil pungutannya itu. Tapi rasa dan baunya tak biasa.
“Udah dimasak, Pas udah dimasak juga tetap bau solar,” keluhnya.
Menurut penuturannya, imbauan dari aparat RT/RW baru keluar pada Senin malam, pukul 23.00 WIB. Saat itu, segalanya sudah terlambat. Ikan-ikan yang sempat dia kumpulkan sudah dibersihkan dan bahkan ada yang masuk freezer.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Perintahkan Penghematan Besar-besaran Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah
Anak Diduga Stres Aniaya Ibu Kandung Hingga Tewas di Banyuwangi
Presiden Iran Siap Hentikan Perang dengan Syarat Jaminan Tak Ada Agresi Lagi
Pemkot Salatiga Galakkan Jumat Bebas Kendaraan untuk Hemat Energi