MURIANETWORK.COM - Sejumlah pengemudi angkutan kota (angkot) di Kota Bekasi melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup Jalan Ahmad Yani, menyuarakan protes terhadap kebijakan operasional Bus Trans Bekasi Keres (Beken). Menanggapi dinamika ini, Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, mengusulkan langkah modernisasi menyeluruh terhadap angkot setempat, mengacu pada model yang telah berjalan di beberapa kota besar.
Usulan Modernisasi Berbasis Model Sukses
Di tengah ketegangan yang terjadi di lapangan, muncul wacana untuk mentransformasi layanan angkutan umum tradisional. Hary melihat perlunya pembaruan sistem angkot di Bekasi agar setara dengan sistem terintegrasi seperti Jak Lingko di Jakarta atau Warawiri di Surabaya. Modernisasi ini dinilai penting untuk meningkatkan daya tarik transportasi umum dan menjawab keresahan para pengemudi.
"Merekomendasi agar Pemerintah Kota Bekasi juga melakukan modernisasi transportasi massal, yaitu angkutan kota menjadi lebih modern. Kita punya contohnya ada di Jak Lingko di DKI Jakarta dan juga di Surabaya ada Warawiri," ujar Hary kepada wartawan, Jumat (13/2/2026).
Pilar Utama Transformasi Angkot
Rencana yang diusulkan tidak setengah-setengah. Skema yang dimaksud menitikberatkan pada tiga pilar utama: peningkatan kualitas layanan, pemberian subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta pembaruan fasilitas kendaraan, termasuk pemasangan pendingin udara. Perubahan mendasar juga menyentuh sisi kesejahteraan para sopir.
Artikel Terkait
1 April: Harsiarnas, Hari Bank Dunia, dan Lupus Alert Day di Balik April Mop
Rembesan Air Keras di Mata Korban Penyiraman Baru Terdeteksi, Ancaman Kebutaan Permanen
Prabowo Sampaikan Apresiasi dan Komitmen Perkuat Hubungan dengan Jepang
Sidang Korupsi Proyek Satelit Kemenhan 2012-2021 Dimulai, Satu Terdakwa Buron