Pelajaran Empati di Rumah Sakit Jiwa
Bagian kedua kunjungan mengajak siswa ke ranah yang lebih humanis di RSJ. Di sini, fokus pembelajaran bergeser dari mesin dan proses teknis ke pemahaman tentang kondisi psikologis dan konflik sosial. Meski tidak dilakukan kunjungan langsung ke ruang pasien demi alasan etika dan privasi, sesi diskusi justru berlangsung intens. Para siswa mendapat pencerahan tentang pentingnya empati, kesehatan mental, dan cara menyikapi persoalan sosial dengan bijak.
Menurut Evi Juliyanti, pembatasan ini justru memberi ruang untuk pemahaman yang lebih mendalam. “Justru dari penjelasan para pemateri, siswa mendapatkan pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga kesehatan mental serta menghargai hak dan martabat setiap individu,” tuturnya.
Membekali Siswa Melampaui Akademik
Bagi siswa seperti Syifa Kausarina Isma, pengalaman ini terasa sangat berharga. Ia menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan.
“Terima kasih kepada PT Solusi Bangun Andalas yang telah menerima kami. Semua materi yang disampaikan dapat kami serap dengan baik. Semoga ilmu ini bermanfaat untuk kami ke depannya,” ucap Syifa.
Pada akhirnya, kegiatan semacam ini bertujuan untuk membentuk perspektif yang lebih utuh. Harapannya, selain menambah wawasan keilmuan, pengalaman langsung di lapangan dapat menumbuhkan kepedulian sosial, kedewasaan berpikir, serta memberikan inspirasi konkret bagi para siswa dalam merancang masa depan mereka.
Artikel Terkait
1 April: Harsiarnas, Hari Bank Dunia, dan Lupus Alert Day di Balik April Mop
Rembesan Air Keras di Mata Korban Penyiraman Baru Terdeteksi, Ancaman Kebutaan Permanen
Prabowo Sampaikan Apresiasi dan Komitmen Perkuat Hubungan dengan Jepang
Sidang Korupsi Proyek Satelit Kemenhan 2012-2021 Dimulai, Satu Terdakwa Buron