Pintu toko perhiasan mewah Tiffany & Co di tiga mal ternama Jakarta terkunci rapat, disegel oleh petugas. Langkah tegas Bea Cukai Jakarta ini langsung menyulut perhatian publik. Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan lantang menegaskan komitmen pemerintah: pasar dalam negeri harus bersih dari barang impor ilegal.
"Pokoknya impor yang ilegal pasti akan ditutup dan disegel. Jadi semuanya harus main ke legal lagi," tegas Purbaya.
Pernyataannya itu disampaikan di sela-sela acara Metro TV Sharia Economic Forum di The Tribrata Hotel, Kamis lalu. Bagi sang menteri, tindakan aparat ini murni soal penegakan aturan. Ia menampik anggapan bahwa penyegelan itu berlebihan. Justru sebaliknya, kata dia, kalau dibiarkan aparatlah yang nanti disalahkan.
"Nanti kalau orang Bea Cukai nggak ngapa-ngapain ditangkap. Sekarang dia menjalankan tugasnya. Supaya pasar kita bersih dari barang-barang ilegal, supaya permainannya di sini fair di dalam negeri," ujarnya lagi.
Di sisi lain, dari kantor Bea Cukai sendiri, sinyalnya jelas: penindakan belum berhenti di tiga toko itu. Kepala Seksi Penindakan Kanwil Jakarta, Siswo Kristyanto, mengungkapkan penyegelan menyasar barang-barang bernilai tinggi yang diduga 'lolos' dari pemberitahuan impor.
"Untuk saat ini tiga toko, terkait berkembangnya ke depan dimungkinkan kita juga berkembang lagi. Tidak cuma satu outlet," ungkap Siswo, seperti dikutip dari Antara.
Artikel Terkait
Bocah 9 Tahun Tewas Tertabrak Mobil di Halaman Rumah, Sopir Diduga Mengantuk
Herdman Soroti Potensi Doni Tri Pamungkas dan Beckham Putra Usai Kekalahan Timnas
BMKG Samarinda: Ekuinoks Picu Suhu Mencapai 34 Derajat Celsius
Polda Riau Ungkap 3.164 Kasus Narkoba dan Pecat 18 Anggotanya Sendiri