Kesaksian ini juga mengungkap modus operandi yang terorganisir di balik jeruji. Jaya mengaku diperintah Ammar untuk mengunduh aplikasi perpesanan Zangi, yang kemudian digunakan sebagai saluran pemesanan narkoba antar-tahanan.
"Saya disuruh download sama Bang Ammar. Semuanya dia yang daftarin. Katanya 'Coba download aja, nanti kalau ada yang pesen nge-chat-nya ke situ'," ungkap Jaya.
Ia kemudian menjelaskan mekanismenya. Setelah ada pesan dari tahanan lain seperti Andi atau Asep, Jaya akan melaporkannya kepada Ammar yang memegang stok barang. Ammar kemudian yang memberi instruksi titik serah terima, biasanya di area tangga. Soal pembayaran, Jaya mengaku tidak ikut campur.
"Pembayaran saya nggak tahu, itu urusan mereka sama Bang Ammar," lanjutnya.
Tawaran Pakai Sabu Gratis
Selain diminta menjadi kurir, Jaya juga mengaku pernah ditawari Ammar untuk mencoba sabu secara cuma-cuma. Ia mengiyakan tawaran itu dan memakainya dengan alat bong.
"Pernah. Dia nawarin 'Lu mau makai nggak?'," kata Jaya menirukan.
"Saya makai di atas atau kadang di bawah. Biar segar aja," tambahnya, menggambarkan alasan ia menerima tawaran tersebut di dalam lingkungan rutan.
Kesaksian lengkap Jaya ini menjadi bagian dari proses pembuktian yang tengah digelar di pengadilan untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika yang diduga melibatkan para tahanan.
Artikel Terkait
BAPERA Bantah Ketum Fahd El Fouz Terkait Dugaan Pengeroyokan
Rano Karno: Perputaran Ekonomi Jakarta Capai Rp48 Triliun di Akhir Tahun
Herdman Puas dengan Persiapan Timnas Indonesia Jelang Final FIFA Series 2026
THR Dongkrak Belanja Ramadan, Tapi Fenomena Makan Tabungan Masih Terjadi