Butuh waktu yang tidak sebentar untuk memulihkan wilayah Sumatera pasca bencana. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bahkan menyebut, proses normalisasi penuh bisa makan waktu hingga dua atau tiga tahun. Hal ini disampaikannya usai konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Jakarta Pusat, Rabu (11/2/206).
"Saya waktu ditanya, Bapak Presiden kira-kira berapa lama untuk menormalisasi penuh? Kalau normalisasi penuh, saya sampaikan mungkin kira-kira 2-3 tahun,"
Begitu kata Tito. Alasan utamanya? Pekerjaan pembersihan dan perbaikan infrastruktur, terutama jalan, ternyata sangat masif. Banyak ruas jalan di tingkat kabupaten dan provinsi yang masih terendam lumpur. Membersihkannya saja sudah sulit, apalagi membangunnya kembali secara permanen.
"Karena apa? Karena memang mengeroknya termasuk tadi jalan-jalan yang ke kabupaten, jalan provinsi. Ini mengerjakannya kan sangat banyak ruas yang kena. Untuk dipermanenkan kalau fungsional kan jalan provinsi sudah," lanjutnya.
Memang, secara fungsional beberapa jalan provinsi sudah bisa dilalui. Tapi itu belum permanen. Untuk jalan di tingkat kabupaten dan kota, perbaikan fungsional mungkin butuh 2-3 bulan. Namun, untuk membuatnya benar-benar tahan lama dan permanen, waktu yang dibutuhkan jauh lebih panjang.
Dari total 52 kabupaten dan kota yang terdampak di tiga provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh masih ada 11 daerah yang kondisinya memprihatinkan. Daerah-daerah ini masih memerlukan atensi khusus.
Artikel Terkait
Komnas HAM Gali Peran TNI dalam Investigasi Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
BPS Temukan 3.934 Penerima Bantuan BPJS Katastropik Meninggal Dunia
Trump Klaim Iran Minta Gencatan Senjata, Tuntut Buka Selat Hormuz
Dishub Bogor Tegaskan Tilang Taksi Jakarta karena Langgar Wilayah Operasi, Bukan Sekadar Pelat B