“Yang pasti adalah berkenaan dengan masalah BOP beserta dengan seluruh turunan teknisnya, ini bagian dari komitmen bangsa kita. Pertama, kita menghendaki pengakuan kemerdekaan kepada bangsa Palestina,” ucapnya.
“Yang kedua, bagaimana kita melakukan upaya untuk bisa membantu masyarakat di Gaza. Makanya kemudian kita, Indonesia beserta dengan 7 negara muslim yang lain, memutuskan untuk bergabung di BOP tersebut,” imbuhnya.
Harapan untuk Gaza
Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BOP) diharapkan dapat memberikan dampak positif di lapangan. Tujuannya tidak hanya untuk meredam eskalasi konflik, tetapi juga membuka ruang bagi distribusi bantuan kemanusiaan yang lebih lancar kepada masyarakat yang terdampak.
“Setidaknya kita berharap akan mengurangi eskalasi konflik yang ada di Gaza, sehingga saudara-saudara kita berkurang penderitaannya. Dengan sekarang proses tersebut, bantuan-bantuan makanan bisa masuk ke Gaza, yang ini kita harap meringankan beban saudara-saudara kita di sana,” ungkap dia.
Langkah ini menegaskan kembali posisi Indonesia di panggung diplomasi global, yang tidak hanya menyuarakan dukungan politik tetapi juga bersedia mengerahkan sumber daya untuk misi perdamaian dan kemanusiaan yang kompleks.
Artikel Terkait
Lebaran 2026: Kunjungan Wisata Jatim Tembus 5,3 Juta, Naik 18 Persen
Subaru Sambar 2026 Perbarui Fitur Keselamatan, Pertahankan Desain Ikonik
Petugas Bersihkan Tumpukan Sampah Pasar Kramat Jati, Tapi Hanya Bantuan Darurat
Mayjen (Purn) Soenarko Pimpin Gugatan Warga ke PN Jaksel Soal Penanganan Kasus Ijazah Presiden