Ritual yang disebut ma'bua' ini punya makna mendalam. Di satu sisi, ia berfungsi memulihkan martabat suku Toraja. Namun begitu, ritual ini juga dimaknai sebagai sebuah janji sakral kepada leluhur. Konon, jika kesalahan yang sama terulang di kemudian hari, pelakunya akan dijauhkan dari berkat.
"Ritual besok (hari ini) tidak di tongkonan lagi tapi di Pa'buaran Tongkonan Kaero," tambah Yusuf menerangkan lokasi. "Ritual yang kita lakukan singkatnya adalah pemulihan harmonisasi dan janji kepada leluhur. Kalau masih melakukan kesalahan yang sama, orang itu akan dijauhkan dari berkat."
Sebelum sidang adat digelar, Pandji sudah lebih dulu menyatakan penyesalannya di hadapan masyarakat dan tokoh adat Toraja. Ia mengakui kesalahannya, khususnya karena membawakan materi tentang ritual Rambu Solo yang sebenarnya tak ia pahami sepenuhnya.
Kini, tinggal satu proses terakhir yang menunggunya: ritual permohonan maaf hari ini. Semua mata tertuju pada penyelesaian akhir dari kasus yang mengundang banyak perhatian ini.
Artikel Terkait
Kenaikan Harga BBM Akibat Konflik Global Sepaket Jalanan Manila, Picu Darurat Energi
Persijap Jepara Uji Konsistensi di Markas Persik Kediri
Kominfo Apresiasi X dan Bigo Live Patuhi PP TUNAS, Batas Usia Dinaikkan
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Syawal 1447 H Bertepatan dengan Awal April 2026